Ini Pertimbangan Pemerintah Pilih Vaksin Corona Sinovac Untuk Dipakai di Indonesia
Twitter/setkabgoid
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lantas mengungkapkan ada tiga pertimbangan pemerintah kala akan memesan vaksin corona dari sebuah perusahaan farmasi.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) buatan Sinovac telah mulai digunakan di Indonesia. Presiden Joko Widodo menjadi penerima vaksin Sinovac pertama di Tanah Air pada Rabu (13/1) kemarin.

Diketahui, vaksin corona Sinovac merupakan vaksin gelombang pertama yang masuk ke Indonesia. Hingga kini, sudah ada 3 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai dan 15 juta bahan baku vaksin Sinovac yang masuk ke Tanah Air.

"Dari kami prioritas vaksin, yang bisa kami dapatkan secepat mungkin dan sebanyak-banyaknya," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (13/1). "Karena memang sudah dipesan oleh negara maju dan dalam jumlah besar sekali."

Meski demikian, ada sejumlah pihak yang mempertanyakan mengapa pemerintah Indonesia memilih vaksin corona buatan Sinovac untuk digunakan di Tanah Air. Menkes Budi lantas mengungkapkan ada tiga pertimbangan pemerintah kala akan memesan vaksin corona dari sebuah perusahaan farmasi.


Yang pertama adalah vaksin corona tersebut harus berada dalam daftar yang telah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kemudian yang kedua adalah ketersediaan vaksin. Dan yang ketiga adalah izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Tiga kondisi itu yang kita dapat karena ingin melakukan secepat mungkin," ungkap Menkes Budi. "Sinovac duluan karena dia ada duluan dan sudah dirilis BPOM dan ada dalam list WHO."

Pemerintah Indonesia sendiri telah menjalin komitmen dengan Sinovac terkait pengadaan vaksin corona dalam bentuk curah sebanyak 140 juta dosis. Jumlah tersebut kemungkinan masih bisa bertambah 120 juta dosis bila memang dibutuhkan.

Lebih lanjut, Menkes Budi menyatakan bahwa sejumlah vaksin corona produksi perusahaan lain selain Sinovac juga akan tersedia dalam waktu dekat. Salah satunya adalah vaksin corona buatan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer-BioNtech.

"Kemungkinan besar yang kedua Pfizer karena barang sudah ada sekarang, sudah dapat persetujuan FDA, sudah ada EUA (izin penggunaan darurat), dan sedang dalam proses dari BPOM," pungkas Menkes Budi. "AstraZeneca belum ada, mereka bilang baru April dan kemudian sudah dapat approval."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts