Kontroversi WhatsApp, Deretan Pimpinan Dunia Ini Pindah Telegram
Dunia

WhatsApp mulai ditinggalkan akibat kebijakan privasi yang kontroversial. Hal ini terbukti dari keputusan sejumlah pemimpin dunia yang langsung pindah ke Telegram. Siapa saja?

WowKeren - Kebijakan privasi WhatsApp terbaru telah menuai gelombang kritikan besar-besaran di dunia. WhatsApp dinilai mengancam privasi data pribadi para penggunanya setelah menerapkan sejumlah persyaratan baru. Salah satunya adalah WhatsApp akan menerima dan membagi informasi dari dan kepada Facebook.

Kebijakan itu langsung menuai kemarahan publik. Akibatnya, banyak yang mulai meninggalkan WhatsApp dan mulai pindah ke aplikasi lainnya. Hal ini terbukti dari laporan Telegram yang menyebut mereka telah menerima 25 juta pengguna baru hanya dalam waktu 72 jam setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan itu.

Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov bahkan mengatakan telah mengantongi nama-nama pemimpin dunia yang kini memakai Telegram imbas kasus WhatsApp. Durov mengumumkan ada dua presiden yang menjadi pengguna baru Telegram pada Kamis (14/1) malam.

”Sejak posting terakhir saya, masuknya pengguna baru ke Telegram secara besar-besaran semakin cepat. Kita mungkin menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia,” ujar Durov lewat akun Telegram miliknya. “Mengikuti fenomena global ini, dua presiden memulai saluran Telegram.”


Kedua presiden itu bergabung setelah postingan terakhirnya tentang kenaikan jumlah pengguna dalam beberapa waktu terakhir. Mereka adalah Presiden Brasil Jair Bolsonaro (@jairbolsonarobrasil) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (@RTErdogan).

Bergabungnya keduanya ke Telegram telah menambah panjang daftar pimpinan dunia yang menggunakan aplikasi buatan Durov itu. Para pemimpin dunia yang sudah menggunakan Telegram adalah:

  1. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (@PresidenteAMLO)
  2. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (@leehsienloong)
  3. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (@V_Zelenskiy_official)
  4. Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev (@shmirziyoyev)
  5. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (@iingtw)
  6. Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed (@AbiyAhmedAliofficial)
  7. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (@bnetanyahu)

Durov memastikan semua presiden itu merupakan akun terverifikasi karena menampilkan tanda centang biru di daftar obrolan dan hasil pencarian pengguna. Ia pun mengaku terhormat dengan bergabungnya para pemimpin dunia ke aplikasi ciptaannya.

Durov menjelaskan Telegram selama ini selalu berkomitmen dalam melindungi data penggunanya. Ia menyebut Telegram bisa diandalkan untuk memerangi informasi yang salah dan menyebarkan kesadaran tentang masalah penting dalam masyarakat mereka.

Tak hanya itu, Durov mengatakan Telegram juga memulihkan transparansi dan integritas komunikasi 'satu-ke-banyak' publik dengan menghapus algoritma manipulatif yang telah menjadi identik dengan platform teknologi 2010-an. Kini, aplikasi buatannya itu telah mencatat 500 juta pengguna.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts