Manado Sulawesi Utara Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Lima Warga Dilaporkan Tewas
BNPB
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Pada Sabtu (16/1) kemarin, Kota Manado Sulawesi Utara dilanda bencana banjir dan longsor. Sejauh ini, musibah tersebut telah menyebabkan lima orang tewas dan satu lainnya hilang

WowKeren - Sejumlah bencana alam melanda Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah banjir dan tanah longsor di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan Kota Manado, Sulawesi Utara, yang terjadi pada Sabtu (16/1) kemarin. Sejauh ini, musibah tersebut telah menyebabkan lima orang tewas dan satu lainnya hilang.

"Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan," kata Raditya Jati selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, seperti yang ada di laman resmi BNPB pada Minggu (17/1).

Korban tewas ditemukan di reruntuhan rumah yang tertimbun tanah longsor. Adapun rinciannya adalah tiga orang di lokasi Perkamil Lingkungan 5, yakni Fani Poluan (50 tahun), Arni Laurens (44 tahun) serta Celsi (8 tahun). Di Kelurahan Paal 4 Lingkungan 6 korban jiwanya adalah seorang polisi yakni Aiptu Kifni Kawulur (48 tahun).


Satu korban lainnya merupakan guru SMA bernama Meiny Pondaag (62 tahun) yang ditemukan di Lorong Cempaka Jalan Sea Kelurahan Malalayang Barat. Sedangkan satu orang yang masih belum ditemukan adalah Hasan (30 tahun).

Sejumlah kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Tikala, Paal Dua, Malalayang, Sario, Bunaken, Tuminting, Mapanget, Singkil dan Wenang. "Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materil yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang," imbuh Raditya.

Lebih lanjut, Raditya memaparkan bahwa BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado akan melakukan kaji cepat serta evakuasi bersama dengan tim SAR, TNI/Polri masyarakat serta relawan. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para korban di lokasi pengungsian.

Meski banjir mulai berangsur surut, Raditya mengatakan bahwa Kota Manado berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat maupun petir. Karena itulah ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga di tengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts