Jusuf Kalla Perkirakan Kasus COVID-19 Capai 1 Juta di Akhir Januari, Ini Alasannya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jusuf Kalla memprediksi jumlah kasus positif Corona di Tanah Air akan mencapai angka 1 juta di akhir bulan ini. Penasaran apa alasannya? Simak penuturannya berikut ini.

WowKeren - Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla.

JK memprediksi jumlah kasus positif Corona di Tanah Air akan mencapai angka 1 juta di akhir bulan ini. "Apabila terus berjalan di atas 10 ribu, maka akhir bulan ini bisa tembus satu juta yang positif," tutur JK seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Senin (18/1).

Kendati demikian, JK tak menampik bahwa pemerintah telah melakukan beragam upaya untuk meminimalisir lonjakan tersebut. "Berbagai upaya kita lakukan. Salah satunya plasma konvalesen ini yang berasal dari donor plasma penyintas yang telah selesai (sembuh)," imbuh mantan wakil Presiden RI tersebut.

Sayangnya, jumlah donor plasma konvalesen masih sangat minim. Karena itulah ia meminta masyarakat yang pernah dinyatakan positif COVID-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen bagi pasien dengan gejala berat.


"Masih sangat kurang dibanding kebutuhan. Tiap hari di seluruh RI minta kurang lebih 200, yang bisa kita penuhi 40-50 per hari. Karena itulah dibutuhkan pendonor 5 kali lipat, baru kita bisa penuhi kebutuhan masyarakat dan kurangi tingkat kematian," jelasnya.

Sementara itu, per Senin (18/1) hari ini kasus positif virus Corona di Indonesia telah mencapai 917.015 kasus dengan peningkatan sebesar 9.086. Dari jumlah ini, 745.935 orang dinyatakan sembuh dan 26.282 lainnya meninggal dunia.

Jusuf Kalla Perkirakan Kasus COVID-19 Capai 1 Juta di Akhir Januari, Ini Alasannya

Twitter

Lonjakan kasus yang signifikan di awal tahun 2021 ini diperkirakan sebagai akibat dari libur panjang Natal dan tahun baru. Pasalnya tak sedikit masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan selama berlibur.

Untuk mencegah penularan lebih lanjut, sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Seperti penerapan PPKM di kawasan Jawa-Bali pada 11-25 Januari hingga melakukan vaksinasi untuk masyarakat.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts