Satgas Beber Kasus Mingguan RI Capai Rekor Tertinggi, Masih Mau Remehkan COVID-19?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa kenaikan kasus mingguan per 17 Januari 2021 kemarin merupakan yang tertinggi selama 10 bulan pandemi di Indonesia.

WowKeren - Sejak pekan lalu, Indonesia memang dihadapkan dengan lonjakan jumlah kasus positif COVID-19 yang tidak main-main setiap harinya. Namun baru-baru ini Satuan Tugas Penanganan COVID-19 membongkar satu lagi parameter yang tidak boleh diabaikan masyarakat, yakni peningkatan kasus mingguan.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengungkap kenaikan kasus mingguan yang terbaru merupakan yang tertinggi selama pandemi di Indonesia. "Kasus positif mingguan per 17 Januari terjadi kenaikan kasus sebesar 27,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Selasa (19/1).

"Angka ini menunjukkan kenaikan yang paling tinggi selama masa pandemi di Indonesia," imbuh Wiku, dilansir dari Kompas. Sebab, disambung Wiku, biasanya kenaikan kasus COVID-19 di kisaran 10-15 persen.

Dengan demikian, angka ini menunjukkan tren perkembangan kasus positif mingguan yang ternyata sudah meningkat selama 12 pekan berturut-turut. Sementara itu, pandemi COVID-19 di Indonesia sendiri sudah berlangsung selama 10 bulan lebih, dengan kasus perdana diumumkan pada 2 Maret 2020 silam.


Bahkan pada Selasa hari ini saja Indonesia kembali mencatatkan rekor baru kasus kematian akibat COVID-19. Sebanyak 308 pasien dikonfirmasi meninggal dunia, dengan penyumbang terbesar adalah Jawa Tengah dengan lebih dari 100 orang.

Hari ini Indonesia pun mengonfirmasi 10.365 kasus baru COVID-19. Dengan demikian, total kasus kumulatifnya adalah 927.380.

Terkait dengan peningkatan kasus positif ini pun menjadi sorotan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Ketua Satgas COVID-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, membeberkan beberapa alasan utama mengapa kasus positif COVID-19 terus bertambah setiap harinya, bahkan sepekan belakangan konsisten di angka belasan ribu per hari.

"Mulai dari pertama kali waktu itu ada demo cipta kerja, libur panjang kemudian ternyata pesantren juga sudah buka," jelas Zubairi dalam sebuah diskusi daring, dikutip dari Kompas. "Kemudian yang SMA ada uji coba, kemudian juga ada pertemuan-pertemuan untuk pernikahan dan yang lain."

Zubairi juga sangat menyoroti kurangnya kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia menilai masih banyak warga yang nekat keluar atau beraktivitas tanpa mengenakan masker.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts