Akhirnya Muncul 'Hilal' Vaksin Merah Putih LBM Eijkman, Kapan Siap Edar?
Nasional
Vaksin COVID-19

Menristek Bambang Brodjonegoro membocorkan perkembangan terbaru Vaksin Merah Putih yang tengah dalam penelitian 6 instansi sekaligus. Ini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Indonesia tentu tidak hanya bergantung kepada produk impor terkait kebutuhan vaksinasi COVID-19 skala nasional. Diketahui saat ini konsorsium yang terdiri atas beberapa lembaga dan universitas menggelar penelitian untuk mengembangkan vaksin COVID-19 secara mandiri yang diberi nama Vaksin Merah Putih.

Kekinian, "hilal" dari target beredarnya Vaksin Merah Putih sudah mulai terlihat. Disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman diperkirakan bisa mengantongi izin darurat dan diproduksi massal pada awal Januari 2022.

"Uji klinis dan pengolahan akan menjadi kecepatan dari Bio Farma yang didukung oleh Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan)," tutur Bambang lewat keterangan tertulisnya, menjelaskan pembagian tugas dan fungsi lembaga terkait. "Tugas kami adalah secepat mungkin memberikan bibit vaksin kepada PT Bio Farma."

Diketahui Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh 6 instansi sekaligus. Selain LBM Eijkman, beberapa instansi lain yang terlibat termasuk Universitas Airlangga juga ikut mengembangkannya. Unair sendiri menggunakan platform adenovirus untuk bahan dari vaksinnya dan ditargetkan pada September 2021.


Selain PT Bio Farma, pengembangan Vaksin Merah Putih ke depannya juga akan mengajak sejumlah perusahaan swasta sehingga diharapkan mampu mempercepat lahirnya vaksin. Sebab, seperti sudah diungkap sebelumnya, vaksin ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan jangka panjang perlindungan masyarakat dari COVID-19.

Sebab hingga kini belum diketahui seberapa lama antibodi yang dihasilkan vaksin mampu bertahan. Karena itulah diperlukan re-vaksinasi dan kebutuhan ini yang coba diantisipasi lewat pengembangan Vaksin Merah Putih.

Selain Unair dan LBM Eijkman, instansi lain yang terlibat adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). LBM Eijkman sendiri memperkirakan bibit vaksin sudah siap dan bisa diserahkan kepada PT Bio Farma untuk diujiklinis pada Maret 2021 mendatang.

Sebelumnya, pada Rabu (13/1) lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memberikan pernyataan soal progres pengembangan Vaksin Merah Putih. "Masih dalam tahap pertama dari tiga tahap, yaitu untuk melakukan research and development dan outputnya berupa vaccine seeds (bibit vaksin)," terang Budi Gunadi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts