Ibu Nadin Amizah Ikut Buka Suara, Minta Kritik Disampaikan dengan Santun
Instagram/__sorai
Selebriti

Nama Nadin Amizah sebelumnya sempat menjadi trending karena pernyataan soal orang kaya dan miskin di podcast Deddy Corbuzier. Seperti apa pendapat sang ibunda?

WowKeren - Nadin Amizah belakangan sedang ramai disorot publik. Diketahui pernyataan Nadin di podcast Deddy Corbuzier soal menjadi orang kaya banyak dikritik. Nadin sendiri telah meminta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman tersebut.

Ibu Nadin, Intan Gurnita Widiatie, rupanya ikut buka suara terkait pernyataan sang putri. Ia mengakui bahwa pernyataan Nadin berasal dari nasihatnya. Terkait penerimaan yang berbeda-beda, Intan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Suatu hari disampaikan pada anak-anak, 'Jadilah mukmin yang kaya raya, supaya bisa lebih banyak sedekah'," tulis Intan pada Selasa (19/1). "Di kemudian hari satu dari anak menyampaikan kembali ucapan itu pada jagad raya, 'Jadilah orang kaya, supaya lebih mudah berbuat baik.' Tidak serupa tapi searah tujuannya."


Nasihat tersebut diamalkan anak-anak Intan, termasuk Nadin tentunya, dalam keseharian. Seperti ketika sepulang sekolah, seorang anak Intan membeli makanan untuk satpam di lingkungan tempat tinggal mereka dengan uang jajannya. Contoh yang lain, seorang anak membebaskan utang temannya.

Mengenai pembicaraan Nadin soal orang miskin, Intan kembali menyampaikan bahwa pernyataan itu juga berasal dari nasihatnya. Penyampaian Nadin di podcast mengenai orang miskin inilah yang banyak menuai pro kontra warganet. Di akhir tulisannya, ibu Nadin berharap warganet bisa menyampaikan kritik dengan lebih santun.

Ibu Nadin Amizah Ikut Buka Suara, Minta Kritik Disampaikan dengan Santun

Instagram

"Mengutip sebuah hadits, sempat disampaikan pada anak-anak, 'Kemiskinan itu dekat pada kekufuran.' Dan meniupkan semangat untuk senantiasa berperan menjadi pemberi," lanjut Intan. "Kemudian hari satu dari anak menyampaikan pada jagad raya, 'Disaat miskin, rasa benci kita pada dunia terlalu besar sehingga sulit berbuat baik.' Tidak serupa, tapi itu yang ditangkap oleh hati sederhananya."

"Jika ada yang ingin membuat perhitungan. Mari, kita berhadapan," tutupnya. "Dengan kecerdasan yang santun dan sopan."

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts