KNKT Sebut Investigasi Sriwijaya SJ-182 Butuh Waktu Setahun, Temuan Awal Diungkap Dalam Sebulan
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

KNKT menjadwalkan proses investigasi penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 rampung seluruhnya dalam satu tahun. Pihaknya berjanji jika seluruh hasil investigasi beserta kesimpulan akan dirilis jika telah rampung.

WowKeren - Pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu diketahui masih berjalan. Beberapa puing-puing pesawat dan FDR sudah mulai ditemukan. Namun meski begitu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa investigasi penyebab pesawat ini jatuh masih butuh waktu cukup panjang.

KNKT menjadwalkan proses investigasi penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 rampung seluruhnya dalam satu tahun. Ketua Sub-komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo berjanji jika seluruh hasil investigasi beserta kesimpulan akan dirilis jika telah rampung.

"Proses investigasi kita upayakan secepatnya. Kita jadwalkan satu tahun sampai laporan akhir dipublikasikan," kata Nurcahyo dilansir dari CNN.

Sejauh ini, KNKT sudah menemukan Flight Data Record (FDR) yang merupakan salah satu bagian dari black box. Namun, bagian cockpit voice recorder (CVR) masih belum ditemukan. Mengenai hal itu, Nurcahyo mengatakan KNKT akan terus melakukan investigasi. Tak masalah jika CVR tak kunjung ditemukan hingga satu tahun mendatang.


Pihk KNKT juga mengungkapkan jika timnya sedang melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap data-data yang ada di FDR. Nurcahyo juga berjanji akan menyampaikan temuan awal dalam kurun waktu 30 hari setelah kecelakaan terjadi.

"Dalam satu bulan kita akan sampaikan temuan awal. Tapi belum ada analisis dan kesimpulan karena belum semua data terkumpul," katanya.

Terkait CVR yang masih belum ditemukan, Juru Bicara KNKT Indrianto menjelaskan baik FDR maupun CVR merupakan komponen penting yang diperlukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

"Keduanya bersifat saling melengkapi bukan menggantikan," tegas Indrianto, dilansir dari BBC News Indonesia, Selasa (19/1). Kendati demikian, dijelaskan mantan Ketua KNKT Tatang Kurniadi, laporan investigasi bisa saja hanya berasal dari analisis FDR tanpa bukti CVR.

Hal ini menjadikan investigasinya selayaknya melihat film bisu. "Gerakannya ada tapi suaranya nggak tahu," tutur Tatang, kemudian mencontohkan dengan investigasi jatuhnya Adam Air pada 2007 silam.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts