Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Begini Antisipasi Pemprov DKI
Nasional

Penyebab mogok ini terdiri dari beberapa alasan, mulai dari melonjaknya harga daging sapi dalam dua bulan terakhir hingga tingginya harga daging sapi ternyata tidak sesuai dengan penghasilan yang masuk ke kantong pedagang.

WowKeren - Pedagang daging di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) mogok jualan mulai Rabu (20/1) hari ini. Penyebab mogok ini terdiri dari beberapa alasan, mulai dari melonjaknya harga daging sapi dalam dua bulan terakhir hingga tingginya harga daging sapi ternyata tidak sesuai dengan penghasilan yang masuk ke kantong pedagang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun telah menyiapkan antisipasi terjadinya kelangkaan daging di pasar akibat mogok jualan ini. Yakni dengan menyiapkan stok daging beku.

"Jika aksi mogok tersebut benar-benar terjadi, kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka alternatif penyediaan daging sapi beku," tutur Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati pada Selasa (19/1).

Pemprov DKI pun menjamin stok daging beku di Jakarta bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama aksi mogok berlangsung. Daging-daging tersebut disimpan di gudang penyimpanan daging yang berlokasi di PD Dharma Jaya. Pemprov DKI juga akan mengadakan operasi pasar daging sapi beku bersama sejumlah instansi terkait.


"Stok daging sapi beku di Jakarta yang tersimpan di Bulog DKI Jakarta Banten, PD Dharma Jaya, dan importir cukup untuk mencukupi kebutuhan daging sapi saat aksi mogok terjadi," kata Suharini. "Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Kementan, DPPKUKM DKI Jakarta, Bulog DKI Jakarta Banten, BUMD DKI Jakarta (PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya) untuk kemungkinan dilakukan operasi pasar daging sapi beku. Namun ini alternatif terakhir."

Sementara itu, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengungkapkan para pedagang daging sapi di Jabodetabek akan mogok jualan hingga Kementerian Perdagangan mengumumkan kebijakan terkait stabilitas harga daging ke publik. Menurut Ketua DPP APDI, Asnawi, kebijakan Kemendag dalam rangka stabilisasi harga daging sapi tersebut sudah diputuskan dalam rapat koordinasi antara pemerintah, pedagang, dan distributor daging sapi pada Selasa (19/1) kemarin.

"Sebelum Kemendag beri rilis ke publik, kami memilih tidak memotong karena takut bisa potong, tapi tidak bisa jual," ujar Asnawi dilansir CNN Indonesia. "Jadi kami putuskan bahwa jualan itu adalah pilihan, kami dagang kembali ketika pemerintah sudah sampaikan rilis atas kesepakatan bersama."

Asnawi mengungkapkan bahwa Kemendag berjanji mempublikasikan kebijakan tersebut pada Rabu siang ini. Karena publikasi baru dijadwalkan hari ini, maka pedagang daging sapi tetap mogok jualan pagi ini.

Aktivitas pemotongan yang biasanya dilakukan pada malam hari sebelumnya juga ditiadakan. "Ketika malam tidak ada pemotongan, maka besok (hari ini) tidak ada penjualan," papar Asnawi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts