Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Tabur Bunga, Dirut Ungkap Duka
Instagram/sriwijayaair
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Sriiwjaya Air menggelar upacara tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat SJ182 bersama perwakilan keluarga korban, Jumat (22/1). Isak tangis keluarga korban pun tak terelakkan.

WowKeren - Tim Gabungan resmi menutup operasi SAR Sriwijaya Air SJ182 pada Kamis (21/1) kemarin. Karena itulah kemudian digelar upacara tabur bunga pada Jumat (22/1) yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan keluarga.

Adalah KRI Semarang yang membawa para keluarga korban insiden nahas tersebut. Agenda tabur bunga sendiri, dilansir dari Detik News, digelar pada Jumat mulai pukul 09.32 WIB dan tentu saja diiringi isak tangis mereka yang ditinggalkan.

Sejumlah pejabat ikut menghadiri agenda tersebut. "Yang sabar ya Pak, kita doakan yang terbaik," ujar Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito kepada keluarga para korban.

Sejumlah tokoh agama yang turut diundang pun mendoakan para korban bersama dengan pihak keluarga dan awak kapal. Baru kemudian proses tabur bunga dilakukan dengan khidmat.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, juga menemani proses tersebut. Ia pun menyempatkan mengungkap dukacita mendalam kepada para keluarga yang ditinggalkan.


"Pertama-tama, kembali lagi kami ucapkan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami oleh SJ182," kata Jefferson. Ia pun mengaku sangat terpukul, baik sebagai manajemen maupun secara pribadi, atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (9/1) kemarin tersebut.

"Tentunya kami sedih dan turut kehilangan. Itu tidak dipungkiri bahwa kami juga merasakan duka yang sangat mendalam. Kami kehilangan keluarga Sriwijaya Air Group," tuturnya. "Saya pribadi juga terpukul oleh keadaan ini. Kami berharap semua korban dapat teridentifikasi secepatnya."

Jefferson menilai keluarga korban pun terus memberikan respons yang baik termasuk ketika Sriwijaya Air kemudian melakukan acara tabur bunga. Ia berharap agar pendampingan yang diberikan oleh Sriwijaya Air bisa memberi rasa lega kepada keluarga para korban.

"Respons dari keluarga saya rasa cukup baik dan kooperatif. Dan kami harapkan bahwa dengan pendampingan yang kami berikan semuanya bisa memberikan rasa lega terhadap keluarga bahwa kami juga memperhatikan," ungkapnya. "Dan sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya juga bahwa kami akan berkomitmen untuk secepatnya memberikan hak-hak korban."

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih memiliki tanggungan untuk mencari cockpit voice recorder (CVR) pesawat yang tetap akan dilanjutkan setelahnya. Agenda tersebut akan tetap dipantau aktif oleh Basarnas hingga bekerjasama dengan TNI/Polri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts