KNKT: Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air Tak Akan Utuh Tanpa CVR Black Box
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Keberadaan cockpit voice recorder (CVR) black box Sriwijaya Air SJ182 masih hilang dan jadi misteri di lautan. Investigasi jatuhnya pesawat pun disebut tidak akan utuh.

WowKeren - Proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu terancam tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena salah satu komponen dalam black box pesawat, cockpit voice recorder (CVR) masih hilang di lautan.

Sebelumnya, tim gabungan memang berhasil menemukan flight data recorder (FDR) black box Sriwijaya Air SJ182 dengan lengkap. Sedangkan CVR Sriwijaya baru ditemukan baterai dan casing dengan kondisi memori hilang. Padahal, memori menjadi bagian paling penting untuk bahan penyelidikan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan sudah mengunduh data FDR pesawat Sriwijaya Air SJ182. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan proses pengunduhan data FDR berjalan dengan baik dan tidak ada tanda kerusakan.

Dari hasil unduhan, KNKT menyebut ada 370 parameter yang ditemukan di FDR Sriwijaya Air. Kendati demikian, Soerjanto masih enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai parameter apa yang dimaksud.

Selain itu, FDR tersebut juga telah merekam data dari 18 penerbangan terakhir Sriwijaya Air SJ182. KNKT saat ini masih terus mempelajari dan menyelidiki data-data dalam FDR tersebut agar dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu.


”Jadi FDR itu sudah berhasil kita unduh secara utuh, semua data baik, tidak tercorrupted,” kata Soerjanto seperti dilansir dari Detik, Jumat (22/1). “Ada 370 parameter, ada sekitar 18 penerbangan yang ter-record di situ, jadi kita sedang pelajari dari data-data yang ada di FDR itu.”

Terlepas dari data FDR, KNKT mengakui investigasi tidak akan lengkap tanpa adanya CVR yang menjadi bagian dari kotak hitam pesawat. Pasalnya, data rekaman pilot di dalam CVR sangat penting sebagai bahan analisa investigasi agar penyebab jatuhnya pesawat diketahui secara pasti.

”Kita belum bisa bilang berapa lama penyelidikan, kalau belum ketemu CVR-nya,” jelas Soerjanto. “Jadi kompleksitasnya tergantung dari ketika ketemu CVR kita cocokkan datanya.”

”Mungkin perlu pemeriksaan laboratorium segala macem,” sambungnya. “CVR sangat penting, itu pasangan, ya memang harus dua-duanya supaya lengkap, supaya analisanya tepat, nggak asumsi.”

Proses evakuasi korban Sriwijaya Air SJ182 sendiri telah resmi dihentikan oleh Basarnas. Namun, KNKT masih terus melakukan proses pencarian CVR black box.

“KNKT masih mencari khusus untuk CVR,” tutur Soerjanto. “Kalau nanti ada menemukan jasad penumpang saya laporkan ke Basarnas, jadi proses pencarian CVR dari KNKT masih berlangsung.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts