Indonesia Catat 1 Juta Kasus COVID-19, RS Terancam Kolaps
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Halik Malik menyebutkan apabila penambahan kasus corona tidak bisa ditekan, ini akan berdampak pada ambruknya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat tiap harinya. Hingga Selasa (26/1) kemarin, kasus COVID-19 telah menembus angka 1 juta.

Dikutip dari situs covid19.go.id mencatat pertambahan kasus COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 1.012.350. Jika penambahan kasus corona tidak bisa ditekan, ini akan berdampak pada ambruknya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Meski pemerintah telah menginstruksikan RS untuk menambah kapasitas ruang rawat inap hingga 50 persen, nyatanya, terus diiringi dengan peningkatan jumlah pasien. "Hal ini jika tidak segera diantisipasi bersama oleh pemerintah dan semua pihak, maka sistem kesehatan nasional kita bisa kewalahan dan akan ada pasien-pasien COVID-19 yang sulit tertangani dengan baik," ujar Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Halik Malik dilansir Kumparan, Rabu (27/1).

Halik menegaskan, semua daerah terus berupaya menambah jumlah ruang isolasi pasien COVID-19. Namun, keterisian ruang isolasi terus naik, begitu pula dengan laju penambahan pasien COVID-19 bergejala berat yang membutuhkan ruang ICU.


"Masih sangat timpang dengan laju penambahan ICU saat ini," tuturnya. "Peningkatan kapasitas RS juga harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kesehatan, alat kesehatan, dan obat-obatan yang memadai."

Soal rumah sakit terancam kolaps dapat diliat dari banyaknya pasien yang belum bisa masuk ruang perawatan karena kamar penuh. Setidaknya ada tujuh provinsi yang memiliki tingkat bed isolasi di atas 70 persen.

Halik mengakui, pemerintah memang telah menyediakan layanan ketersediaan RS secara realtime di aplikasi SIRANAP. Namun faktanya, keterpakaian bed saat ini terus naik dan kian mengkhawatirkan.

"Masyarakat dan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan jejaringnya bisa saja memantau ketersediaan atau keterisian RS baik melalui berbagai aplikasi seperti SISRUTE, SIRANAP, dan RS Online tapi terus terang saat ini tidak mudah untuk mendapatkan akses ruang rawat inap untuk perawatan COVID-19," paparnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts