Kenang Kebiasaan Mendiang Kapten Afwan, Dirut Sriwijaya Air: Beliau Sangat Rendah Hati
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Pemakaman pilot Sriwijaya Air SJ-182 Kapten Afwan di TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (30/1) siang ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena.

WowKeren - Jenazah pilot Sriwijaya Air SJ-182, Kapten Afwan, telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Jenazah Kapten Afwan dikebumikan di TPU Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (30/1) siang ini.

Pemakaman Kapten Afwan ini turut dihadiri oleh Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena. Dalam kesempatan tersebut, Jefferson sempat mengenang kebiasaan sosok pilot yang ramah tersebut.

"Beliau juga sangat rendah hati, kalau proses boarding dan unboarding juga beliau selalu berdiri di depan untuk menyambut penumpang," ungkap Jefferson. Menurutnya, Kapten Afwan merupakan pilot Sriwijaya Air yang selama ini dikenal sebagai sosok yang kerap membantu rekannya.

Jefferson mengungkapkan bahwa Kapten Afwan bergabung dengan maskapainya sejak tahun 2014 lalu. "Bahwa beliau itu sangat humble dan mau membantu rekan sejawat. Beliau di Sriwijaya sejak tahun 2014 selama itu, baik saja," papar Jefferson.


Lebih lanjut, Jefferson menyampaikan duka yang mendalam dari seluruh jajaran Sriwijaya Air atas kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut. Jefferson juga memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memenuhi hak-hak mereka.

"Kami kembali ucapkan turun berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Captain Afwan kami berdoa agar keluarga tetap diberikan ketabahan kekuatan," pungkas Jefferson. "Langkah selanjutnya akan memenuhi hak-hak almarhum secepatnya."

Di sisi lain, pihak Jasa Raharja telah menyerahkan uang santunan kepada keluarga yang menjadi ahli waris Kapten Afwan. Santunan yang diberikan tersebut senilai Rp 50 juta.

Penyerahan santunan ini diberikan langsung oleh Kepala Cabang Jawa Barat Jasa Raharja, Hendri Afrizal. Santunan kemudian diterima oleh keluarga Kapten Afwan yang diwakili oleh kakak kandung pertama, yakni H. Safzan Badar.

"Pada kesempatan ini kami serahkan santunan ke ahli waris sesuai ketentuan pemerintah," tutur Hendri. "Hal ini bisa terselenggara kurang dari 24 jam setelah teridentifikasi. Ini berkat Sriwijaya Air, Basarnas, KNKT, dan lain-lain."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts