Cendekiawan Jalaludin Rakhmat Meninggal Dunia, Ucapan Duka Mengalir Untuk 'Kang Jalal'
Nasional

Jalaludin Rakhmat yang merupakan antan dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut wafat di usia 71 tahun, di ICU RS Santosa Internasional Bandung, Jawa Barat.

WowKeren - Cendekiawan Jalaludin Rakhmat meninggal dunia pada Senin (15/2) hari ini. Mantan dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut wafat di usia 71 tahun, di ICU RS Santosa Internasional Bandung.

"Iya. Mohon doanya Maha Guru dilapangkan jalannya," ungkap Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Jemaat Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat Sutrasno dilansir CNN Indonesia. "Kami mohon doanya seluruh jemaah khususnya seluruh warga Indonesia untuk beliau."

Kabar duka ini juga dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP Jawa Barat, Ono Surono. "Iya, benar," kata Ono.

Sejumlah tokoh hingga warganet turut menyampaikan bela sungkawa atas kepergian Jalaludin di media sosial. Kata kunci "Kang Jalal" bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Senin sore.


Trending Topic

Twitter

"Kang Jalal wafat. Salah seorang 'veteran' cendekiawan Muslim yg kita miliki. Buku-bukunya yg kental nuansa sufistik, banyak membantu orang tertarik atau kembali pd jalan Allah. Lahul Fatehah!" tulis pendakwah Husein Ja'far Al-Hadar. "," "Kang Jalal .. met jalan ... sampai jumpa .. #utangRasa .. dulu waktu kuliah aku sering nguping ceramah2mu ..sampai bisa menirukan pelafalan Arab-mu," komentar budayawan Sudjiwo Tedjo.

"Inalillahi wa'inailaihi roji'un atas wafatnya Kang Jalal. Pemikir Islam yg penuh terobosan dan tajam," cuit politisi PDIP Budiman Sudjatmiko. "Mendengar kabar Jalaluddin Rakhmat meninggal. Tulisan-tulisannya tentang media dan komunikasi selalu insightful dan memberi banyak perspektif baru. Selamat jalan dan terima kasih atas ilmunya Kang Jalal," tambah akun @wi***ya.

Sebagai informasi, Jalaludin merupakan pakar Ilmu Komunikasi yang mengajar di Universitas Padjadjaran lalu terjun ke dunia politik. Ia sempat ikut dalam pembentukan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) pada tahun 2000 lalu.

Jalaludin kemudian bergabung dengan PDIP dan sempat menjadi anggota Komisi VIII DPR RI periode 2014-2019. Ia menilai PDIP selalu berupaya untuk menampung dan menyuarakan aspirasi kalangan minoritas.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts