Petinggi KPK Ini Siap Bantu Novel Baswedan yang Dilaporkan Gegara Kematian Ustaz Maaher, Kenapa?
Nasional

Deputi Penindakan KPK Karyoto berjanji akan memberi bantuan hukum terhadap Novel Baswedan yang dipolisikan usai mengomentari meninggalnya Ustaz Maaher. Ternyata ini alasannya.

WowKeren - Meninggalnya Soni Eranata alias Ustaz Maaher At Thuwailibi di Rutan Bareskrim awal pekan lalu termasuk cukup mengejutkan. Dan di tengah kabar duka tersebut, secara mengejutkan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan juga dilaporkan ke polisi.

Novel dilaporkan karena dianggap menyebar hoaks usai mengomentari meninggalnya Ustaz Maaher. Di tengah ancaman proses hukum tersebut, Deputi Penindakan KPK Karyoto mengaku bakal membantu Novel, yang ternyata karena alasan ini.

"Prinsipnya Novel adalah anggota saya dan apa pun yang terjadi saya wajib membantu ya," kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/2). Karyoto dalam kesempatan itu juga mengingatkan Polri untuk bijak dalam menangani laporan tersebut.

"Kalau dia dilaporkan, bagi pelapor mungkin dia sah-sah saja melapor ke polisi," terang Karyoto, dikutip dari Tribun News, Selasa (16/2). "Tetapi paling tidak saya selaku atasan di sini mengharapkan bahwa Polri betul-betul bijak memaknai pelaporan itu dan kalau mungkin bisa dicarikan jalan keluar terbaik saya akan support."


Yang pasti, tegas Karyoto, pelaporan terhadap Novel tidak sampai memicu konflik kedua lembaga apalagi sampai memunculkan kembali konflik "cicak vs buaya". Sebab saat ini Polri, KPK, dan Kejaksaan sama-sama punya tugas penting untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Dan untuk mencapai misi tersebut, tentu saja diperlukan hubungan yang sinergi antara ketiga lembaga terkait. "Hubungan kami sangat bagus, harmonis, sinergi dan kami saling mendukung," tegas Karyoto.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Novel sudah memberikan tanggapan juga atas pelaporan yang dilakukna oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) tersebut. Novel rupanya enggan mengambil pusing pelaporan tersebut karena dianggap tidak penting.

"Saya enggak terbiasa menanggapi hal yang aneh dan enggak penting," ujar Novel, Kamis (11/2). Penyidik senior KPK itu enggan menanggapi lebih jauh karena komentarnya atas kematian Maaher murni bentuk keprihatinan. "Terlebih ini kasusnya penghinaan. Rasa kemanusiaan mana yang tidak terganggu? Miris."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts