Jabar Direndam Banjir, Begini Cara Satgas COVID-19 Tangani Pengungsi di Tengah Pandemi
Pixabay
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengaku jika bencana alam yang terjadi di tengah pandemi COVID-19 merupakan tantangan tersendiri.

WowKeren - Banjir tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jabodetabek sejak beberapa hari terakhir. Jakarta, Bekasi hingga Tangerang hingga Sabtu (20/2), masih terendam banjir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan jika bencana alam di tengah pandemi COVID-19 merupakan tantangan tersendiri. "Seperti kejadian (banjir) di Kalimantan Selatan, lebih dari 50 ribu warga mengungsi," ungkap Doni dalam konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Sabtu (20/2).

"Dan inilah tantangan terbesar ketika tidak cukup ruang, tempat untuk menampung saudara-saudara kita yang mengalami musibah," lanjutnya. Lebih lanjut, Doni menjelaskan bagaimana BNPB menerapkan protokol kesehatan bagi korban bencana yang mengungsi.

"Strateginya adalah pemisahan antara kelompok rentan dan kelompok yang muda usianya," jelasnya. "Rentan adalah lansia dan mereka yang punya komorbid, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, balita, dengan kelompok muda."


Ketua Satgas COVID-19 itu menjelaskan, sejauh ini langkah tersebut sudah efektif dilakukan di daerah-daerah yang sebelumnya mengalami bencana alam. Namun, ia menegaskan perlu adanya kerja sama yang baik oleh seluruh pihak terbaik.

Sehingga, solusi penanganan bencana alam bisa terkendali, dan pengungsi tetap aman dari penularan virus corona. "Tetapi sekali lagi, kerja sama semua komponen akhirnya bisa memberikan solusi, jalan keluar yang lebih baik lagi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Doni juga mengimbau kepada daerah-daerah dengan kasus corona yang sudah melandai agar tetap waspada. Sebab, ancaman COVID-19 masih bisa muncul jika masyarakat melonggarkan protokol kesehatan.

"Masyarakat cenderung lupa," pungkasnya. "Tugas kita mengingatkan ketika satu daerah landai, lantas lalai, setelah landai biasanya lalai, ini perlu ada orang-orang tokoh-tokoh yang mengingatkan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts