Anies Baswedan Pamer Penanganan Banjir DKI: Atas Izin Allah, Satu Hari Kering
Twitter/aniesbaswedan
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Sang Gubernur DKI Jakarta menilai banjir yang terjadi cenderung cepat kering, bahkan kondisi relatif kembali normal hanya dalam waktu satu hari. Begini penjelasan Anies.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan nyaris tak lepas dari sorotan publik di tengah banjir besar yang menerjang beberapa waktu belakangan. Strategi yang Anies tempuh hingga dibandingkan dengan kebijakan para pendahulunya terus terjadi di tengah berbagai upaya Anies dan jajaran untuk segera menyusutkan air yang menggenang.

Kendati demikian, Anies nyatanya terus bekerja ekstra hingga baru-baru ini dengan tegas mengatakan banjir yang terjadi pada akhir pekan ini lebih cepat kering. Pasalnya, disebutkan Anies, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Bahkan ia percaya diri mengungkap banjir langsung surut dalam kurun waktu sehari.

"Alhamdulillah antisipasi itu sudah dilakukan dari kemarin. Atas izin Allah, satu hari kering. Kenapa? Karena jajaran dalam posisi siaga," tutur Anies ketika meninjau kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (21/2) sore. "Sudah dari awal ditentukan RT-RT, RW-RW yang berisiko, begitu terjadi genangan maka langsung pompa dikerahkan, tenaga dikerahkan, pengawasan."

Anies menilai Jakarta sudah relatif normal dalam satu hari pasca banjir terjadi. Kendati demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak menampik kalau masih ada wilayah di Ibu Kota yang tergenang banjir, yang menurutnya masih diakibatkan oleh besarnya debit air dari hulu.


"Apakah 100 persen? Belum," kata Anies, dilansir dari Kompas. "Di kawasan Jakbar, sekitar Kali Angke, di sana air kiriman dari hulu masih jalan. Itu yang masih membuat terjadi genangan."

"Tetapi insya Allah kita siap," imbuhnya kembali menegaskan kesiapan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Dan saya imbau ke seluruh masyarakat untuk juga waspada seperti imbauan dari BMKG."

Banjir yang terjadi ini memang sejatinya telah diantisipasi sejak beberapa waktu lalu. Bahkan kala itu Anies sempat sesumbar menarget banjir bisa surut dalam waktu 6 jam, yang nyatanya tidak terbukti ketika genangan air mulai meninggi Sabtu (20/2) kemarin.

Bahkan banjir yang terjadi sampai menyebabkan 5 orang meninggal dunia. Seperti dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, 4 di antara korban jiwa ini adalah anak-anak rentang usia 7-13 tahun, sedangkan yang satu lainnya adalah lansia berusia 67 tahun yang terjebak di dalam rumah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts