Lansia dan Punya Komorbid, Plt Walkot Tasikmalaya Tak Rasakan Gejala Usai Vaksinasi Corona
Instagram/kominfo_pemkot_tsm
Nasional
Vaksin COVID-19

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf meyakinkan semua warga lanjut usia (lansia) untuk tak khawatir divaksinasi meski memiliki penyakit komorbid.

WowKeren - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf menjadi penerima vaksin virus corona (COVID-19) kategori lanjut usia (lansia) pertama di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pria berusia 64 tahun tersebut sebelumnya tidak masuk dalam kategori umur pemberian vaksin COVID-19 tahap pertama.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belakangan telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin corona Sinovac untuk lansia. Yusuf yang memiliki penyakit penyerta alias komorbid mengaku tak merasakan apa-apa setelah disuntik vaksin corona.

"Enak enggak terasa sakit. Jarumnya kecil soalnya. Setelah disuntik juga tak merasakan apa-apa," terang Yusuf dilansir Kompas.com pada Selasa (23/2). "Saya lansia pertama di Kota Tasikmalaya divaksin bersama para dokter senior yang usia lanjut juga."

Oleh sebab itu, Yusuf meyakinkan semua lansia untuk tak khawatir divaksinasi meski memiliki penyakit komorbid. Yusuf sendiri mengaku dirinya tak merasakan gejala apa pun hingga sekaran dan langsung bisa bekerja satu hari setelah menerima suntikan vaksin. Ia dijadwalkan menerima suntikan vaksin kedua 30 hari setelah suntikan vaksin pertama.


"Kita kan yang usia lanjut harus satu bulan untuk tahap selanjutnya. Kalau yang lain itu kan 14 hari," ungkap Yusuf. "Kami yakinkan kepada semua lansia untuk tak khawatir menerima vaksin."

Program vaksinasi COVID-19 untuk lansia ini dilakukan untuk melindungi warga usia lanjut dari pandemi. Pasalnya, para lansia dinilai sangat rawan meninggal dunia jika terkena COVID-19 dengan komorbid.

"Makanya, saat niatan pemerintah melindungi masyarakatnya melalui vaksin harus disukseskan," tegas Yusuf. "Tangkal isu-isu hoaks berkaitan program vaksin pemerintah ini."

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tasikmalaya, Polar Silumi, mengungkapkan ada 40 dokter senior berusia di atas 60 tahun di wilayahnya. 32 orang dokter senior di antaranya telah menerima vaksinasi COVID-19 dengan kebanyakan memiliki riwayat komorbid. Delapan dokter senior lainnya belum bisa menghadiri vaksinasi corona dengan alasan acara keluarga.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts