Jangan Khawatir! Jokowi Bongkar Jurus Cicil Utang Luar Negeri RI yang Tembus Hampir Rp6.000 T
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional

Per November 2020 lalu, menurut BI, utang luar negeri Indonesia mencapai hampir Rp6.000 triliun. Lantas seperti apa cara pemerintah menyelesaikan utang tersebut?

WowKeren - Pandemi COVID-19 tidak hanya membuat sistem kesehatan kolaps, tetapi juga perekonomian. Secara global, semua negara terkena dampak ini, termasuk pula Indonesia.

Salah satu indikator yang banyak disorot adalah utang luar negeri Indonesia. Bahkan Bank Indonesia pada awal tahun ini membuka informasi perihal utang luar negeri yang mencapai USD416,6 miliar atau setara Rp5.869 triliun per November 2020.

Nilai utang yang sampai hampir Rp6.000 triliun ini jelas memicu kekhawatiran soal apakah Indonesia mampu mengatasinya. Dan kekhawatiran ini sudah ditanggapi secara tidak langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Pembukaan Kegiatan CNBC Indonesia Economics, Kamis (25/2).

Sejatinya langkah yang ditempuh masih berupaya mencicil utang-utang tersebut. Hanya saja, sang RI 1 mengungkap cadangan devisa Indonesia masih sangat cukup untuk mencicil utang luar negeri serta membiayai impor setahun ke depan.

"Saya juga memperoleh laporan bahwa cadangan devisa di Bank Indonesia saat ini sebesar USD135 miliar. Lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan cicilan utang luar negeri dan impor untuk satu tahun ini," kata Jokowi, seperti dipantau di video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden.


Tak hanya itu, Jokowi juga membanggakan stabilnya nilai tukar Rupiah Indonesia di pasar global. "Pasar modal juga masih atraktif dengan total kapitalisasi saham sebesar Rp6.970 triliun. Dan jumlah investor lokal tumbuh pesat hingga 4 juta investor retail," imbuh Jokowi.

Jokowi juga mengungkap keyakinan Indonesia akan pulih di tahun 2021. Salah satu yang meyakinkannya adalah Indonesia yang bahkan bisa mencapai surplus neraca perdagangan pada akhir 2020.

"Dan sekarang ini, tahun 2021, adalah masa recovery, masa kebangkitan," tutur Jokowi. "Yang harus kita sambut dengan optimisme, antusias, dan kerja keras penuh keberanian."

Namun tetap saja kebangkitan ini baru bisa tercapai dengan maksimal jika pandemi COVID-19 dapat teratasi. Penanganan meliputi 3M, 3T, dan PPKM skala mikro yang harus terus dilanjutkan. Serta diimbangi dengan vaksinasi COVID-19 secara besar-besaran.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts