Bikin Kaget! Uang Asing Rp28 Triliun Diedarkan di Jatim-Jabar, Tapi Palsu
Pixabay
Nasional

Polisi berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dengan jumlah fantastis, yakni Rp2,8 triliun. Rencananya, uang asing palsu itu akan diedarkan ke Jawa Timur dan Jawa Barat.

WowKeren - Kasus peredaran uang palsu kembali ditemukan oleh polisi. Kali ini, uang palsu yang siap diedarkan itu berjumlah fantastis, yakni mencapai Rp2,8 triliun yang berupa mata uang asing.

Beruntung, sindikat pengedar mata uang asing palsu berhasil diringkus oleh polisi saat hendak mengedarkan uang tersebut. Rencananya, uang palsu itu bakal disebarluaskan ke 5 kota/kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menjelaskan peredaran mata uang asing palsu itu masih berada di Pulau Jawa. Penyebabnya karena para sindikat berdomisili di Jatim dan Jabar.

Adapun penyebaran uang asing palsu di Jatim ini terjadi di wilayah Jombang, Ponorogo, Tulungagung, Kediri dan Surabaya. Sedangkan wilayah Jawa Barat ditemukan di Kabupaten Bandung. Namun, pihaknya masih menyelidiki kemungkinan peredaran uang palsu sudah sampai ke Bali.


”Untuk ke Bali masih kita selidiki. Tapi kalau di Jawa iya. Kita temukan di Jabar,” jelas Arman kepada Detik, Jumat (26/2). “Karena kita tangkap beberapa orang yang ada di wilayah itu. Kita masih kembangkan di mana saja mereka menyebarkan upal itu.”

Arman menjelaskan kronologi terbongkarnya peredaran uang palsu dengan jumlah super besar ini. Kasus ini pertama terungkap saat polisi berhasil menangkap 6 dari 10 tersangka di Banyuwangi. Pada 5 Februari lalu.

Kala itu, enam tersangka ditangkap di salah satu tempat parkir hotel berbintang. Setelah penangkapan itu, polisi kemudian berhasil menangkap tersangka lainnya.

”Pada awal Februari kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB di parkiran salah satu hotel,” terang Arman. “Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan 6 pelaku awalnya. Penyidikan berlanjut, kemudian pelaku lainnya bertambah.”

Dari situ, polisi kemudian berhasil menangkap 4 tersangka lain bersama dengan barang bukti uang palsu asing senilai puluhan triliun. Mereka ditangkap di sejumlah tempat berbeda, yakni Tulungagung, Kediri, Jombang, dan Ponorogo.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts