3 Orang Masih Belum Dikenali, Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Ditutup
Instagram/sriwijayaair
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Tim DVI Polri sendiri berhasil mengidentifikasi satu orang korban atas nama Razanah pada Selasa (2/3) hari ini. Jenazah wanita berusia 57 tahun tersebut berhasil diidentifikasi menggunakan metode DNA.

WowKeren - Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi ditutup oleh Tim DVI Polri pada Selasa (2/3) hari ini. "Sejak tanggal 2 Maret ini tugas Tim DVI dinyatakan telah selesainya," ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers pada hari ini.

Tim DVI Polri sendiri berhasil mengidentifikasi satu orang korban atas nama Razanah pada hari ini. Jenazah wanita berusia 57 tahun tersebut berhasil diidentifikasi menggunakan metode DNA.

"Hari ini tim juga berhasil merekonsiliasi dan mengidentifikasi satu korban lagi dengan menggunakan metode DNA," jelas Rusdi. "Korban yang berhasil diidentifikasi atas nama Razanah, perempuan berumur 57 tahun."

Termasuk Razanah, Tim DVI Polri hingga kini telah berhasil mengidentifikasi total 59 korban. Proses identifikasi tersebut dilakukan baik dengan menggunakan DNA maupun sidik jari.


"Jadi dengan keberhasilan identifikasi hari ini jumlah seluruhan korban yang berhasil diidentifikasi Tim DVI sebanyak 59 korban. 30 laki-laki dan 29 perempuan," ungkap Rusdi. "Dengan menggunakan metode identifikasi ini 13 dengan menggunakan sidik jari, kemudian 46 dengan metode DNA dari seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan."

Sementara itu, total jumlah penumpang dan kru pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Februari 2021 lalu tersebut mencapai 62 orang. Dengan demikian, masih tersisa tiga orang korban yang belum teridentifikasi.

"Masih ada tiga yang belum berhasil diidentifikasi," kata Rusdi. "Korban pertama atas nama Arkana Nadhif Wahyudi, ini laki-laki berumur tujuh bulan. Korban kedua Daniya, perempuan berumur dua tahun. Kemudian korban ketiga Panca Widia Nursanti, ini perempuan berumur 46 tahun."

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol Rusdianto lantas menjelaskan alasan ketiga korban tersebut masih belum teridentifikasi hingga proses ditutup. "Belum dapat teridentifikasi, karena belum adanya sampel yang dijadikan pembanding. Namun, demikian bila ada perkembangan lebih lanjut kami akan infokan kembali," pungkas Rusdianto.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts