Sudah Vaksin 60 Persen Warga, Negara Ini Pede Jadi yang Pertama Capai Herd Immunity
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Herd immunity menjadi tujuan dilakukannya vaksinasi COVID-19 di sejumlah negara. Dan kekinian ada satu negara yang tampaknya semakin mendekati tujuan akhir tersebut.

WowKeren - Herd immunity alias kekebalan komunal merupakan tujuan utama di balik program vaksinasi COVID-19 yang mulai diselenggarakan di banyak negara. Indonesia pun salah satunya, meski tampaknya jalan menuju tercapai herd immunity masih jauh, dibuktikan dengan potensi objek tervaksin per Juni 2021 mendatang hanya 20 persen warga Tanah Air.

Lantas kira-kira negara mana yang akan terlebih dahulu mencapai kondisi ini? Baru-baru ini, Uni Emirat Arab rupanya dengan percaya diri meyakini bisa menjadi yang pertama di dunia mencapai kondisi herd immunity.

Kepercayaan diri ini merujuk pada seberapa banyak populasi yang telah divaksin ditambah dengan analisis para ahli. Sebab data dari Our World in Data hasil kolaborasi Universitas Oxford dan Laboratorium Global Change Data, Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara terdepan dalam bidang vaksinasi dengan cakupan sudah mencapai 60 persen lebih populasi warganya.

"Dengan usaha yang penuh dedikasi dari pemerintah UEA untuk melawan pandemi, yang tentu saja sangat patut kita apresiasi, juga ditambah dengan keinginan publik umum untuk mendukung program-program pemerintah," kata Spesialis Kesehatan Darurat di RS Internasional Bareen, Dr Fouad al-Rahal, kepada Al Arabiya English, Rabu (3/3). "UEA mungkin menjadi negara pertama yang mampu memvaksin seluruh warganya dan tentu saja meraih herd immunity."


Data terakhir dari Our World in Data mengungkap UEA sudah menyuntikan setidaknya satu dosis vaksin COVID-19 kepada lebih dari 60 persen populasinya. Kemudian Otoritas Manajemen Krisis dan Kedaruratan Nasional UEA juga melaporkan sudah lebih dari 6 juta dosis vaksin yang didistribusikan di 7 emirat, dengan kurang lebih mencakup 60,82 dosis per 100 warga.

Capaian ini jelas tak lepas dari pujian dan apresiasi sejumlah pihak termasuk para tenaga medis di UEA. Sebab saat ini UEA menjadi salah satu negara dengan proporsi vaksinasi COVID-19 terbaik di dunia.

"Sejak awal pandemi, kita sudah melihat pemerintah UEA mengambil langkah pencegahan dan mengikuti aturan internasional untuk mencegah penularan wabah dan bagaimana merawat mereka yang terinfeksi COVID-19," kata al-Rahal. "Yakni dengan mengedukasi masyarakat dan menekankan pentingnya mengikuti protokol kesehatan dan keamanan. Dengan demikian, bisa kita lihat, laju infeksi juga berkurang seiring berjalannya waktu."

Al-Rahal juga memuji pemerintah UEA yang langsung meneken kerjasama terkait produksi dan distribusi vaksin. "Ketika vaksin COVID-19 lolos uji klinis dan mendapat izin penggunaan, UEA menjadi segelintir negara yang langsung mencanangkan program vaksinasi nasional juga mendistribusikan kepada seluruh masyarakat UEA."

Kendati demikian, meski bisa segera mencapai herd immunity, pakar medis tetap mengingatkan pentingnya memakai masker ketika di luar rumah. "Dengan banyaknya varian baru (virus) yang bermunculan, yang bisa mengurangi efektivitas vaksin, setidaknya perlu waktu 6-12 bulan agar bisa kembali beraktivitas tanpa memakai masker," tegas Dr Ravi Arora dari RS NMC Abu Dhabi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts