Terkendala Stok, Begini Strategi Menkes Kebut Vaksinasi COVID-19 di Indonesia
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Menkes Budi Gunadi Sadikin menuturkan vaksin COVID-19 yang tersedia masih terbatas jumlahnya. Padahal Presiden Joko Widodo punya target mencapai herd immunity dalam setahun.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka fakta kurang baik soal vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Sebab ternyata hingga Juni 2021 mendatang, stok vaksin COVID-19 di Tanah Air hanya memadai untuk sekitar 24 persen total kebutuhan.

Karena itulah Budi Gunadi lantas mendorong masyarakat untuk lebih sabar dalam menghadapi situasi ini. "Sampai sekitar bulan Juni, kita baru punya vaksin sekitar 70 juta-80 juta. Jadi saya minta tolong, yang pertama rakyat disabarkan, karena memang ketersediaan vaksinnya. Hanya 24 persen dari populasi kita yang akan disuntik," kata Budi Gunadi di Tangerang Selatan.

Menurut Budi Gunadi, situasi seperti terbatasnya jumlah vaksin COVID-19 sudah dihadapi Indonesia sejak awal tahun ini. Karena itulah strategi vaksinasi pun harus dirumuskan matang-matang, termasuk jangan sampai yang divaksin mencapai 1 juta per hari.

"Kalau kita suntiknya 1 juta per hari, 3 hari habis. Dan nanti protes semua bupati wali kota karena enggak ada vaksin buat suntik rakyat," beber Budi Gunadi, dikutip pada Senin (15/3). "Itu sebabnya kita atur di 100 ribuan."


Baru bulan-bulan setelahnya Indonesia mendapat tambahan stok vaksin dari PT Bio Farma yang mengolah bulk Sinovac sampai produksi luar negeri lainnya. Karena itulah kemudian target vaksin ditingkatkan hingga kini mencapai 700 ribu dosis per hari.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu pun mengungkap vaksinasi COVID-19 dalam negeri akan dikebut di Semester II-2021. Tak main-main, di Semester II nanti targetnya mencapai 1,5 juta orang yang divaksin per hari.

"Vaksinnya tidak rata tersedianya ini. Tersedianya (pada) semester kedua yang banyak. Akibatnya apa? Terpepet kita di Semester II," tegas Budi Gunadi. "Hitung-hitungan saya harus 1,5 juta suntik per hari."

Rinciannya, pada Juli hingga Desember 2021 mendatang pemerintah bisa memvaksin hingga 75 persen warga atau setara 136 juta jiwa. "75 persen akan tersedia mulai bulan Juli bapak ibu. Jadi kita suntiknya bukan 1 juta, 1 juta itu rata-rata bapak ibu. 181,5 juta orang (dikali 2) 363 juta dosis dibagi 365 hari, itu 1 juta sehari kalau vaksinnya tersedianya rata," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts