Jelang PON XX Papua, Atlet Hingga Warga Sekitar Venue Bakal Divaksinasi
Instagram/ponxx2020papua
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut vaksinasi COVID-19 tak hanya ditujukan untuk para atlet namun juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perhelatan PON dan Peparnas di Papua.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 tahap kedua tengah dikebut oleh pemerintah. Jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI, para atlet pun disegerakan untuk mendapatkan suntikan vaksin corona tersebut.

Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut, vaksinasi tidak hanya ditujukan untuk para atlet, tetapi juga akan menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perhelatan PON dan Peparnas. "Arahan Bapak Presiden (Joko Widodo) seluruh kontingen akan divaksin baik atlet, pelatih, ofisial, tenaga pendukung, bahkan juga Bapak Presiden mengarahkan masyarakat di sekitar-sekitar venue itu harus divaksin," kata Zainudin usai rapat terbatas bersama presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/3).

Menurut Zainudin, vaksinasi terhadap para atlet, pelatih, dan pendamping sudah dimulai sejak 26 Februari 2021. Hingga saat ini proses tersebut masih terus berjalan.

Menurut target, vaksinasi terhadap atlet hingga masyarakat sekitar lokasi PON dan Peparnas rampung pada awal Oktober 2021. Hal ini untuk memastikan kedua ajang olahraga tersebut tak menjadi media penularan virus corona.


"Kalau dilihat dari perjalanan pelaksanaan kegiatan vaksinasi saya kira saya juga optimis bahwa nanti pada saatnya itu sudah tervaksin semuanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tak ingin kembali menunda pelaksanaan event olahraga yang seharusnya digelar tahun 2020 tersebut. Hal ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/3).

Adapun PON XX bakal digelar bersamaan dengan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-16 pada 2 hingga 15 Oktober 2021 di Papua. PON dan Peparnas akan disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. Namun, mekanisme protokol masih dalam pembahasan.

Pemerintah masih menimbang apakah kedua ajang itu digelar tanpa penonton, penonton dalam jumlah terbatas, atau penonton dengan kapasitas normal. "Kita belajar dari Olimpiade Tokyo yang nanti akan dilakukan beberapa bulan ke depan kita akan lihat di situ penerapannya seperti apa. Protokol kesehatan tentu itu menjadi penting dan harus dilakukan dengan disiplin," ujar Menpora.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts