Penggunaan Vaksin AstraZeneca di RI Ditunda, Menkes Budi Ungkap Kedaluwarsa Akhir Mei 2021
Reuters
Nasional
Vaksin COVID-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunggu konfirmasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan vaksin AstraZeneca.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca kini tengah ramai diperbincangkan usai sejumlah Eropa menangguhkan penggunaannya. Kekinian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI turut menunda sementara penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia.

BPOM menunggu konfirmasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan vaksin. "Untuk kehati-hatian, kami masih komunikasi dengan WHO dan SAGE, kemudian hasil komunikasi tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh tim lintas sektor tentunya dengan Kemenkes untuk pengambilan keputusan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam vaksinasi nasional," terang Kepala BPOM Penny Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (13/3).

Penundaan implementasi vaksin AstraZeneca ini juga dibenarkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. "Untuk konservatismenya, BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO yang mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar," kata Menkes Budi di rapat kerja yang sama.

Namun demikian, vaksin AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia rupanya akan kedaluwarsa pada Mei 2021 mendatang. Diketahui, 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang didapat melalui skema kerjasama multilateral dengan COVAX Facility telah mendarat di Indonesia pada 8 Maret 2021 lalu. Menurut Menkes Budi, pihaknya juga baru tahu bahwa vaksin AstraZeneca akan kedaluwarsa pada akhir Mei 2021.


"Karena AstraZeneca sudah datang, biasanya itu ada enam bulan sampai satu tahun, kita baru tahu ini expiry date-nya itu akhir Mei," tutur Menkes Budi dalam raker yang sama. "Padahal dia suntikannya bedanya sembilan sampai 12 minggu. Dan sampai sekarang masih menunggu rilis dari BPOM."

Lebih lanjut, Menkes Budi mengungkapkan solusi terkait masa kedaluwarsa yang semakin dekat tersebut. Menurut Menkes Budi, vaksin AstraZeneca yang telah didatangkan ke Indonesia akan digunakan dalam vaksinasi tahap pertama.

"Rencana kami yang 1,1 juta ini (dosis vaksin AstraZeneca) akan kita gunakan sebagai vaksinasi pertama," jelasnya. "Karena berikutnya akan datang lagi sekitar 3 juta tanggal 22 Maret dan 7 juta di tanggal 22 April."

Selain itu, Menkes Budi juga menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari WHO terkait efek samping vaksin AstraZeneca tersebut. Diketahui, BPOM Uni Eropa tengah menginvestigasi kaitan antara vaksin AstraZeneca dengan kasus penyumbatan pembuluh darah.

"Sampai sekarang WHO masih meneliti, kita juga terima dari MHRA, itu BPOM-nya UK, dan EMA itu European Medical Authority itu BPOM-nya Europe, mereka sampai sekarang belum mengonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak," pungkasnya. "Berita yang saya dapat, yang BPOM-nya London bilang kejadian itu bukan karena vaksin tapi memang yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksinasi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts