Masih Dikaji Lebih Lanjut, BPOM Belum Keluarkan Rekomendasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Pihak BPOM dan tim ahli masih melakukan kajian terkait keamanan vaksin.

WowKeren - Polemik penggunaan vaksin AstroZeneca masih terus bergulir. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk kegiatan vaksinasi.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, pihaknya bersama tim pakar dari Komnas Penilai Obat, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan ITAGI masih melakukan kajian lebih lanjut terkait keamanan vaksin tersebut. Pihaknya juga melakukan komunikasi dengan WHO untuk mendapat laporan kajian dan investigasi terkait keamanan vaksin tersebut.

"BPOM juga melakukan komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain untuk mendapatkan hasil investigasi dan kajian yang lengkap serta terkini, terkait keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Selama masih dalam proses kajian, vaksin Covid-19 AstraZeneca direkomendasikan tidak digunakan," papar Penny dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/).

Penny menjelaskan bahwa penundaan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca dilakukan menyusul penangguhan sementara penggunaan vaksin tersebut di 15 negara di Eropa. Penghentian tersebut karena adanya kejadian pembekuan darah usai penyuntikan vaksin.


Penny menyebut bahwa negara-negara di Eropa hanya melakukan penangguhan sementara tapi tidak mencabut izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca. Selain itu, Penny mengatakan, beberapa Badan Otoritas Obat global di Inggris, Swedia, Australia dan Kanada tetap menjalankan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca, meskipun ada informasi serius terkait vaksin tersebut.

"Hal ini didasarkan pada bukti ilmiah hasil uji klinik, dimana tidak ada indikasi keterkaitan antara vaksin dengan kejadian pembekuan darah," ujarnya.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang tiba di Indonesia memiliki nomor bets yang berbeda dengan vaksin AstraZeneca yang diketahui menyebabkan pembekuan darah seumlah pasien di negara-negara Eropa.

Adapun vaksin AstraZeneca yang tidak masuk ke Indonesia itu memiliki nomor bets ABV5300, ABV3025 dan ABV2856. Namun, Penny mengatakan, demi kehati-hatian BPOM hingga saat ini tidak merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts