Pemprov DKI Kaji Vaksinasi COVID-19 di Masjid, Ini Pesan MUI
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI berencana melakukan vaksinasi Corona bagi warga di tempat umum, salah satunya adalah masjid.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berusaha untuk mengebut pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mencapai herd immunity. Untuk itu perlu banyak tempat yang bisa digunakan untuk pos vaksinasi COVID-19.

Salah satu lokasi yang rencananya bakal disiapkan sebagai tempat vaksinasi COVID-19 adalah masjid. "Ada beberapa yang dimungkinkan ya. Seperti kemarin kami di Al-Azhar insyaallah bisa digunakan. Jadi tempat-tempat yang memenuhi syarat tentu dimungkinkan seperti rumah sakit, puskesmas, tempat umum seperti sekolah, dan ke depan dimungkinkan seperti pasar, masjid bila dirasa diperlukan itu dimungkinkan sekali," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sai meresmikan Masjid Jami Al Mujahidin di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (21/3).

Riza mengatakan sejauh ini telah ada 500 lebih fasilitas kesehatan guna penyuntikan vaksin di Jakarta. Kemampuan penyuntikan vaksin di Ibu Kota telah mencapai 30 ribu per harinya.


"Terkait vaksinasi alhamdulillah di Jakarta kami memiliki lebih dari 511 fasilitas kesehatan masih cukup ditambah lagi nanti tempat-tempat rumah sakit swasta, tempat umum, bahkan sekolah-sekolah yang digunakan sebagai tempat vaksinasi," jelasnya. "Insyaallah Jakarta tidak ada masalah kemampuan kami juga di atas 30 ribu per hari untuk penyuntikan dan akan terus kami tingkatkan sampai 40-50 ribu ke depan."

Rencana Pemprov DKI ini sendiri rupanya telah mendapatkan dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Kan masjid ada halamannya kan? Asal (vaksinasi) nggak di dalam masjid aja, supaya tidak terkotori masjidnya. Di halamannya kan bisa, kan ada selasar-selasar (masjid)," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas kepada Detikcom, Minggu (21/3).

Anwar kemudian menambahkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan vaksinasi di masjid. Salah satunya soal jaga jarak. "Bagi saya jaga jarak, menunggu (vaksinasi) ya harus jaga jarak, jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan," imbuhnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts