Vaksinasi COVID-19 di RI Sering Dinilai Lambat, Ini Penjelasan Kemenkes
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru Bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, buka suara menanggapi kritikan yang menyebutkan jika program vaksin corona di RI lambat.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah mendorong program vaksinasi COVID-19 untuk mencapai herd immunity. Namun, masih banyak kritikan yang menyebutkan jika proses vaksinasi COVID-19 di Tanah Air lambat dan tida mencapai target 1 juta suntikan per hari.

Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan menyebutkan jika vaksinasi ini sebenarnya berjalan sesuai rencana. Di samping terbatasnya dosis vaksin tersedia, sebagian besar dosis memang direncanakan baru tiba di RI pada semester kedua 2021.

"Kalau kita bicara soal komitmen, tentu pemerintah masih sesuai dengan schedule atau rencana awal, bagaimana 426 juta dosis itu bisa terpenuhi. Saya rasa tidak ada keraguan soal pemenuhan," ujar Juru Bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Selasa (23/3). "Tapi memang kita harus agak bersabar karena sebagian vaksin datangnya pada periode semester kedua."

Menurut dr Nadia, total dosis vaksin yang sudah diterima RI hingga hari pun sebenarnya cukup untuk untuk diberikan ke masyarakat sasaran vaksinasi yang telah ditetapkan. Perihal ketersediaan vaksin menurutnya tak perlu dikhawatirkan.


Pasalnya, stok yang ada pun sudah dengan pertimbangan pemberian dosis kedua untuk seluruh sasaran penerima vaksin. "Sebagian vaksin masih di-secure untuk penyuntikan dosis kedua. Sehingga ini akan terlihat seperti cakupannya lebih sedikit dibandingkan vaksin yang beredar karena kita masih menunggu proses kedua. Dari 5,7 juta, baru 2,5 juta yang mendapat dosis kedua," ujarnya.

Hingga saat ini, sudah terdapat 6 tahap kedatangan vaksin di RI. Terhitung sejak kedatangan tahap pertama pada 6 Desember 2020 hingga tahap ke-6 (AstraZeneca) pada 8 Maret 2021, Indonesia sudah menerima hampir 40 juta dosis vaksin Corona.

Kemudian pada semester kedua tahun 2021 nanti, Indonesia akan kembali menerima pasokan vaksin COVID-19. Kedua vaksin yang dimaksud adalah vaksin COVID-19 buatan Novavax dan Pfizer.

"Dan Indonesia akan mendapatkan distribusi ataupun penerimaan dari vaksin-vaksin yang sudah kita pesan, baik itu vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, kemudian vaksin dari Novavax, dan juga kemungkinan untuk vaksin Pfizer ini akan masuk pada semester kedua," imbuhnya.

Sementara itu, menurut laporan terakhir Kemenkes pada Senin (22/3), vaksin COVID-19 dosis 1 telah diterima oleh 5.732.210 orang terdiri dari SDM kesehatan, petugas layanan publik, dan lansia. Sementara dosis 2 telah diterima oleh 2.494.422 orang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts