Heboh Lansia Berkomorbid Disebut Meninggal Usai Divaksin, Kemenkes Beri Pesan Ini
Unsplash/Hakan Nural
Nasional
Vaksin COVID-19

Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meminta agar lansia dan penderita komorbid tersebut harus terlebih dahulu kontrol ke dokternya masing-masing sebelum melakukan vaksinasi.

WowKeren - Beredar kabar yang menyebutkan pasangan suami istri lanjut usia (Lansia) meninggal setelah mendapatkan vaksin corona. Kabar tersebut disampaikan oleh pengguna media sosial Facebook bernama Puspadiani Suanda Santra.

Dalam postingannya itu, Puspadiani menuliskan, orang tuanya meninggal berselang enam hari. Ibunya meninggal pada 12 Maret 2021. Sementara itu, ayahnya, meninggal pada 18 Maret 2021.

Puspadiani menyebutkan jika ibunya seorang perawat dan memiliki penyakit bawaan (komorbid). "Ibuku sbg perawat bidan memiliki comorbit, tp ibuku ngeyel minta divaksin bersama bapakku, akhirnya keduanya sempat mengalami demam. Yang parah adalah kondisi ibuku selain demam juga mengalami sesak nafas, dan sekarang sedang berada di ruang isolasi ICU RSAL Surabaya, sedangkan bapakku sdh membaik krn sdh diinfus di rumah," tulis Puspadiani dalam postingannya di Facebook.

Dengan beredarnya postingan itu, Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Ia akan melakukan investigasi, apakah kematian tersebut ada kaitannya dengan vaksinasi yang ia berikan.


"Belum ada (laporan). Kalau kayak gitu kita investigasi," ujar Makhyan, Selasa (23/3). "KIPI (Kejadian Paska Imunisasi) kan langsung dilaporkan ada yang standby."

Kabar tersebut tentunya sampai di telinga pemerintah. Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pun meminta agar lansia dan penderita komorbid tersebut harus terlebih dahulu kontrol ke dokternya masing-masing sebelum mendapatkan suntikan vaksin.

Bagi yang memiliki riwayat penyakit kronis, harus menyertakan surat layak vaksin dari dokter. "Jadi baik yang punya penyakit jantung atau kelainan darah atau punya penyakit ginjal kontrol ke dokternya, pastikan dokternya bisa memberikan keterangan bahwa memang layak vaksin. Bisa dalam bentuk surat bahwa memang lansia tersebut dapat menerima vaksinasi," kata Nadia dalam diskusi daring di channel YouTube BNPB, Rabu (24/3).

Apabila ada lansia atau dewasa yang memiliki penyakit komorbid seperti darah tinggi, asma, hingga gula darah, lebih baik diobati terlebih dahulu sebelum menjalani vaksinasi. "Ini sebaiknya diobati terlebih dahulu dan nanti tentunya kalau sudah terkontrol dengan baik silakan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan," jelasnya. "Karena misalnya untuk tekanan darah sekarang ini batas atasnya sudah 180 per 110 ya, jadi cukup artinya yang kemarin sempat tunda, itu sebenarnya saat ini sudah bisa mendapatkan vaksinasi kembali."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts