Anies Baswedan Jajal Aturan Baru 'Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT'
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencoba kebijakan baru dari PT Mass Rapid Transit (MRT) yang mengizinkan membawa sepeda non-lipat ke gerbong kereta MRT, Rabu (24/3).

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa sepeda non-lipat ke gerbong kereta MRT, Rabu (24/3). Aksi tersebut dilakukannya untuk mencoba kebijakan baru dari PT Mass Rapid Transit (MRT) untuk mendukung Jakarta ramah bagi pesepeda.

Aksi Anies tersebut diunggah dalam Instagram Story pada akun @aniesbaswedan. Dalam video tersebut, Anies menjajal membawa ke gerbong MRT bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo.

Riza mengatakan dengan adanya kebijakan ini, Pemprov DKI ingin mendorong masyarakat menjadikan sepeda sebagai alat transportasi. "Ya kan kita memberikan kesempatan bagi masyarakat seperti yang sudah disampaikan bahwa kita mendorong masyarakat menjadikan sepeda tidak hanya sebagai alat olahraga, alat rekreasi, tapi juga sebagai alat transportasi," ujar Riza, Rabu (24/3).

Program sepeda non-lipat masuk MRT ini juga memiliki ketentuan yang perlu dipatuhi. Seperti, pihak MRT membatasi hanya satu gerbong yang dapat dimasuki sepeda non-lipat. Selain itu, dalam satu gerbong itu maksimal diisi oleh empat sepeda.


Anies Baswedan Jajal Aturan \'Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT\'

Instagram Story/aniesbaswedan

Di sisi lain, secara bertahap nantinya MRT secara bertahap akan menyiapkan fasilitas untuk mempermudah sepeda masuk MRT. "Secara bertahap dan di tangga juga sudah disiapkan semacam rel bagi sepeda. Juga tempat parkir sepeda dan sebagainya. Termasuk tempat transit singgah ketika mengambil kartu dan sebagainya," ungkapnya.

Sekedar informasi, kebijakan sepeda non-lipat dapat masuk MRT ini baru berlaku di Stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI. Ketentuan sepeda lipat yang diizinkan adalah sepeda reguler yang tidak melewati ukuran 200 cm x 55 cm x 120 cm dengan lebar ban maksimal 150 cm.

Selain itu, MRT Jakarta menerapkan jam ketersediaan akses sepeda non-lipat, mulai Senin-Jumat di luar jam sibuk, pukul 07.00-09.00 dan pukul 17.00-19.00. Sementara, untuk Sabtu-Minggu mengikuti jam operasional MRT. Hal ini untuk menghindari penumpukan penumpang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts