Donald Trump Luncurkan Situs Baru Miliknya Usai Akun Sosmed Ditutup
Reuters/Jonathan Ernst
Dunia

Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, meluncurkan situs yang dikelola secara pribadi setelah seluruh akun media sosialnya ditutup karena dinilai menyebarkan kebencian dan perpecahan.

WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan situs yang dikelola secara pribadi 45office.com. Situs ini diluncurkan usai seluruh akun Trump di sejumlah media sosial ditutup karena dinilai menyebarkan kebencian dan perpecahan.

Dikutip dari CNN, Rabu (31/3), situ yang dikelola Trump dan sang istri, Melania ini memajang sejumlah foto keduanya saat masih berada di Gedung Putih pada halaman depan. Foto lainnya yang berada di dalam situs itu adalah saat Trump berjumpa dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Di dalam situs itu juga tersedia biografi tentang Trump. "Donald J. Trump meluncurkan gerakan politik paling luar biasa dalam sejarah, berhasil menumbangkan dinasti politik, mengalahkan Washington Establishment dan menjadi orang pertama di luar lingkar politik yang berhasil menjadi presiden Amerika Serikat," demikian isi biografi itu.

Dalam situs itu juga mencantumkan kolom permintaan supaya Trump dan Melania atau salah satunya hadir ke dalam berbagai kegiatan masyarakat. Akan tetapi, karena alasan banyak permintaan, pengelola menyatakan membutuhkan waktu enam pekan untuk menyeleksi undangan itu.


Akan tetapi, di dalam situs itu tidak disinggung perihal dua kali sidang pemakzulan terhadap Trump. Namun, situs itu masih mencantumkan soal pernyataan Trump soal virus corona yang berasal dari Tiongkok.

Selain itu, dalam biografi tertulis Trump bertindak cepat melarang penerbangan dari Tiongkok dan Eropa dalam masa pandemi sehingga membantu menyelamatkan banyak orang.

Padahal menurut data sebaran virus corona buatan Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, hingga Selasa (30/3) jumlah korban meninggal akibat virus corona di AS mencapai 550.371 orang. Sementara jumlah keseluruhan kasus infeksi mencapai 30.3 juta orang.

Sebelumnya diketahui, sejumlah media sosial seperti Facebook hingga Snapchat memutuskan untuk menutup secara sepihak akun Trump sejak kejadian penyerbuan ke Gedung Kongres AS (Capitol Hill) di Washington D.C., pada 6 Januari lalu. Serangan itu dilakukan oleh para pendukung Trump yang mencoba menghentikan sidang penetapan hasil pemilihan umum dan presiden pada 2020 lalu yang dimenangkan oleh Joe Biden-Kamala Harris.

Hingga kini, sebanyak 150 orang pelaku penyerangan diadili. Namun, aparat penegak hukum menyatakan jumlah terdakwa masih bisa bertambah karena belum semua tersangka ditangkap.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts