Vaksinasi Corona Tahap III Tak Jadi Digelar April 2021, Imbas Embargo?
Pexels/Gustavo
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ada hambatan proses pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia karena ada isu India embargo vaksin.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) tahap III di Indonesia akan menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Sedianya, tahap III vaksinasi COVID-19 ini akan dimulai pada April 2021 ini, namun terpaksa diundur.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, target pelaksanaan tahap III vaksinasi tersebut mundur usai ada embargo vaksin corona dari beberapa negara. Embargo tersebut diketahui membuat kedatangan vaksin corona ke Indonesia turut tertunda.

"Karena situasi embargo sepertinya (tahap ketiga) paling cepat Juni atau Juli ya," ungkap Nadia kepada media CNN Indonesia, Kamis (1/4). Adapun angka vaksinasi corona harian di Indonesia diperkirakan juga akan mengalami penurunan di periode April 2021 ini.

Diketahui, jumlah vaksinasi COVID-19 di Indonesia mampu mencapai 500 ribu dosis per hari pada Maret 2021. Namun bulan ini angka vaksinasi harian tersebut diperkirakan akan menurun lantaran kedatangan 2,5 juta vaksin AstraZeneca ke Indonesia pada akhir Maret 2021 lalu ditunda.

Seharusnya, Indonesia juga kembali menerima kiriman 7,8 juta dosis vaksin AstraZeneca pada bulan April 2021 ini. "Turun mungkin sekitar 200-350 ribu per hari," ungkap Nadia.


Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan negosiasi dengan produsen terkait penundaan kedatangan vaksin tersebut. Namun Nadia belum bisa memastikan kapan kedatangan vaksin corona akan dilanjutkan ke Indonesia.

"Sekitar Mei rencananya akan datang," kata Nadia. "Tapi kita tunggu kepastiannya ya."

Masyarakat Indonesia dimintanya untuk tidak terlalu khawatir tentang vaksin corona. Pasalnya, PT Bio Farma (Persero) sendiri telah menyatakan dapat memproduksi sekitar 42 juta dosis vaksin corona dari 53,5 juta dosis bulk vaksin Sinovac. Selain itu, ketersediaan vaksin corona yang diperkirakan hanya mencapai 7,9 juta dosis di April 2021 diupayakan akan bertambah menjadi 11,9 juta dosis.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ada hambatan proses pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia. India yang mengalami kenaikan kasus COVID-19 tidak mengizinkan vaksin AstraZeneca keluar dari negara mereka. Menurut Budi, India memiliki kemampuan produksi vaksin AstraZeneca paling besar di dunia.

"Jadwalnya kita dapat vaksin gratis dari Covax-GAVI, sudah dapat kemarin vaksin AstraZeneca gratis 1,1 juta dosis," tutur Budi dilansir Antaranews, Minggu (28/3). "Rencananya kita dapat 2,5 jutanya pada 22 Maret, kemudian April akan dapat 7,8 juta dosis. Ternyata ditunda, karena ada isu India embargo vaksin."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts