Diterjang Banjir Bandang, Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan di Lembata NTT
BPBD Kabupaten Flores Timur
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menjelaskan bahwa status tersebut merupakan upaya penanganan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten tersebut.

WowKeren - Status tanggap darurat bencana ditetapkan di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Status tersebut diterapkan selama dua minggu, mulai 4 hingga 17 April 2021.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menjelaskan bahwa status tersebut merupakan upaya penanganan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten tersebut. Adapun gelombang pasang dan hujan berintensitas tinggi dilaporkan berdampak ke enam wilayah kecamatan.

"Akibat gelombang pasang yang terjadi pada 2 sampai 5 April 2021 disertai hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada enam wilayah kecamatan," tutur Eliaser dalam keterangannya, Selasa (6/4). "Antara lain Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri, Buyasuri dan Wulandoni."

Penetapan status tanggap darurat ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan dan kestabilan ekonomi. Selain itu, arus transportasi diharapkan bisa kembali lancar bagi masyarakat dan wilayah terdampak.


Di sisi lain, data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya enam titik lokasi pengungsian banjir bandang NTT. Lokasi pengungsian tersebut tersebar di SMP Sabar Subur Betun, SDK Betun 1 dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu dan SDI Kletek. Selain itu, ada satu titik posko utama di aula Kantor Bupati dan satu titik pos lapangan di Puskesmas Waipukang.

Adapun data per Selasa (6/4) pukul 21.00 WIB mencatat adanya 28 korban jiwa di Lembata. Sementara itu korban hilang mencapai 44 orang, korban luka-luka mencapai 98 orang, dan pengungsi sebanyak 958 orang.

Di sisi lain, Kepala BNPB Doni Monardo telah meninjau langsung Kabupaten Lembata pasca banjir bandang pada Selasa kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Doni mengunjungi RSUD Lewoleba Lembata, pos pengungsian, serta fasilitas dapur umum yang melayani kebutuhan pengungsi terdampak banjir bandang.

Doni memberikan instruksi kepada koordinator di setiap pos pengungsian untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai COVID-19. Dengan demikian, upaya pencegahan penularan COVID-19 dalam penanganan pasca bencana dapat dilakukan.

Sebelumnya, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa banjir bandang yang menerjang sejumlah kabupaten/kota di NTT disebabkan oleh siklon tropis Seroja yang terjadi di lautan sekitar wilayah terdampak. Sejumlah fenomena alam pun membayangi Indonesia buntut siklon tropis Seroja ini, termasuk adanya potensi gelombang tinggi menyerupai tsunami.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts