Korea Utara Disebut Tak Akan Ikut Olimpiade Tokyo Karena Alasan Ini
AP Photo
Dunia

Sebagai informasi, ini akan menjadi kali pertama Korea Utara melewatkan ajang Olimpiade sejak mereka memboikot Olimpiade 1984 di Los Angeles dan Olimpiade 1988 di Seoul.

WowKeren - Korea Utara dilaporkan tidak akan berpartisipasi di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar tahun ini. Korut khawatir para atletnya berpotensi tertular virus corona (COVID-19) dalam ajang olahraga tersebut.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh outlet media pemerintah yang fokus pada urusan olahraga, DPRK Sports, pada Selasa (6/4), pejabat Korut mengumumkan bahwa negara tersebut tidak akan berpartisipasi dalam Olimpiade musim panas. Keputusan itu disebut bertujuan untuk "melindungi pemain dari krisis kesehatan masyarakat dunia yang disebabkan oleh COVID- 19".

Adapun keputusan tersebut dibuat oleh Komite Olimpiade DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea). Komite Olimpiade DPRK dilaporkan telah mengadakan pertemuan konferensi video dengan anggota komite dan pejabat olahraga pada 25 Maret 2021 lalu di Pyongyang.

Ini merupakan kali pertama Korut melewatkan ajang Olimpiade sejak mereka memboikot Olimpiade 1984 di Los Angeles dan Olimpiade 1988 di Seoul. Pada tahun 2018 lalu, pemimpin Korut dan Korea Selatan sempat setuju untuk menjadi tuan rumah bersama Olimpiade pada 2032, tetapi diskusi antar-Korea tentang isu tersebut berhenti pada tahun 2019.


Di sisi lain, Olimpiade Tokyo sedianya akan digelar pada tahun 2020. Namun untuk pertama kalinya dalam sejarah, pihak penyelenggara terpaksa menunda Olimpiade akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, Olimpiade dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 mendatang. Sedangkan Paralimpiade akan digelar pada 24 Agustus hingga 5 September 2021.

Estafet Obor Olimpiade telah resmi dimulai pada 25 Maret 2021 lalu. Api Olimpiade sekarang sedang dalam perjalanan ke seluruh negeri, dibawa oleh 10.000 pelari melalui 47 prefektur dalam perjalanan 121 hari dari Fukushima ke Tokyo.

Namun gelaran Olimpiade ini juga menuai kontroversi, mengingat kekhawatiran tentang pandemi kian meningkat. Kota Osaka bahkan telah membatalkan acara estafet Obor Olimpiade dengan alasan peningkatan kasus COVID-19.

Sebelumnya, pemerintah Jepang mempertimbangkan membatasi jumlah delegasi yang akan mendampingi para menteri dan pemimpin asing dalam Olimpiade Tokyo untuk menekan potensi penularan COVID-19. Dikutip dari Reuters, Senin (15/3), jumlah staf pendamping akan dibatasi maksimal 11 orang per kepala negara, sedangkan delegasi tingkat kabinet dibatasi paling banyak lima orang.

(wk/Bert)

You can share this post!