44 Tahun Dikelola Yayasan Harapan Kita, TMII Akhirnya Diambil Alih Negara
Instagram/jakarta_tourism
Nasional
Negara Ambil Alih TMII

Diketahui, TMII telah dikelola oleh Yayasan Harapan Kita selama 44 tahun belakangan. Adapun Yayasan Harapan Kita adalah organisasi yang didirikan oleh istri Presiden ke-2 RI Soeharto, yakni Tien Soeharto.

WowKeren - Pemerintah mengambil alih seluruh pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melalui Kementerian Sekretaris Negara (Kemsesneg). Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 Tentang TMII yang telah ditekan oleh Presiden Joko Widodo.

Diketahui, TMII telah dikelola oleh Yayasan Harapan Kita selama 44 tahun belakangan. Adapun Yayasan Harapan Kita adalah organisasi yang didirikan oleh istri Presiden ke-2 RI Soeharto, yakni Tien Soeharto.

"Yayasan ini (Harapan Kita) sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini," jelas Mensesneg Pratikno pada Rabu (7/4). "Dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara."

Kemensesneg akan memberi waktu masa transisi selama sekitar tiga bulan kepada Yayasan Harapan Kita untuk menyerahkan berbagai laporan soal pengelolaan TMII selama ini. "Intinya, penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita," papar Pratikno.

Para pekerja dan staf yang telah bekerja di TMII dipastikan bisa bekerja seperti biasa selama masa transisi. Jam operasional juga tidak akan mengalami perubahan.


"Karena ini ada pemindahan pengelola kami perlu putuskan masa transisi," terang Pratikno. "Nanti akan dibentuk tim selama masa transisi."

Setelah pengelolaannya resmi dipegang oleh negara, TMII disebut bisa menjadi kawasan taman budaya atau culture theme park. Pratikno memastikan bahwa kawasan TMII akan tetap menjadi tempat wisata berbasis pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia.

"Kami akan tetap komitmen kawasan ini tetap jadi pelestarian dan pengembangan budaya bangsa dan sarana edukasi bermatra budaya nusantara, sebagaimana yang sudah ada," jelas Pratikno. "Tapi perlu dioptimalkan, bisa menjadi culture theme park yang standar internasional."

Setelah proses transisi selesai, pihak Kemensesneg akan melakukan sejumlah penataan. Langkah tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas cagar budaya TMII dan juga memberi manfaat terhadap masyarakat serta negara dari sisi keuangan.

Menurut Pratikno, penataan kemungkinan akan sama dengan yang dilakukan di Gelora Bung Karno dan Taman Golf Kemayoran. "Kita harap bisa jadi jendela Indonesia di mata internasional," pungkas Pratikno.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts