Pemprov DKI Soal Uji Coba Sekolah Tatap Muka Hari Pertama: Sejauh Ini Bagus
Pixabay
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan hasil uji coba hari pertama sekolah tatap muka di wilayah ibu kota. Seperti apa penuturan lengkapnya?

WowKeren - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama berjalan lancar. Berdasarkan informasi dari lapangan, Riza menyebut semua proses dan tahap pelaksanaannya sudah sesuai dengan rencana.

"Kemarin menurut informasi, sejauh ini bagus. Tidak ada masalah, lancar, prosesnya sesuai dengan perencanaan yang baik, tahapannya baik," kata Riza kepada awak media di Balai Kota, Kamis (8/4).

Menurutnya, saat ini sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka sedang dilakukan disinfektan. Hal itu dikarenakan PTM akan kembali dilaksanakan pada Jumat (9/4) besok.

"Kemudian hari Jumat mulai lagi. Saya kira ini berproses secara baik, mudah-mudahan dukungan kita semua bahwa proses pembelajaran campuran ini bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.


Riza menjelaskan bahwa pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut akan dievaluasi secara berkala. Jika terus berjalan lancar, cakupannya kemungkinan akan diperluas. "Apakah bulan Juni-Juli ini kita bisa memulai sekolah tatap muka yang dapat diperluas jumlahnya," tandas politikus Partai Gerindra tersebut.

Senada dengan Riza, Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan yang bermasalah. "Ini baru satu hari, alhamdulillah belum ada laporan yang signifikan, dalam tanda petik, laporan bermasalah," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk memutuskan kelanjutan uji coba tersebut. "Kita sudah sepakat, nanti sampai tanggal 29 April evaluasi total, apakah piloting ini diteruskan atau tidak," pungkas Taga.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kembali mendesak pembukaan sekolah tatap muka. Hal itu dikarenakan masih sedikit sekolah yang menerapkannya meski izin pelaksanaan sekolah tatap muka sudah turun sejak awal tahun ini.

Di samping itu, Nadiem menyebut sudah tidak ada lagi alasan untuk menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. Terutama karena para guru dan tenaga pendidik telah diprioritaskan menjadi penerima vaksin COVID-19.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts