Gubernur Kaltim 'Ramal' Jokowi Bakal Masuk Surga Gara-Gara Pindahkan Ibu Kota RI
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meyakini eksekusi pemindahan Ibu Kota Indonesia yang dilakukan Presiden Joko Widodo bisa membuat sang kepala negara masuk surga.

WowKeren - Proyek besar yang digagas Presiden Joko Widodo dan jajaran di periode kedua pemerintahannya adalah memindahkan Ibu Kota Indonesia. Rencana besar ini pun menjadi pro dan kontra tersendiri, apalagi karena terhalang pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Namun tentu saja ada beberapa pihak yang tetap menyambut baik rencana pemindahan Ibu Kota ini, salah satunya Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Bahkan antusiasme Isran sampai diwujudkan lewat ungkapan keyakinannya bahwa Jokowi bisa masuk surga akibat gagasan pemindahan Ibu Kota.

Hal ini secara mengejutkan disampaikan Isran saat menjadi pembicara di Kuliah Umum bertajuk "Potensi dan Keberlanjutan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur" yang ditayangkan virtual di YouTube HUMAS SIL dan SKSG UI pada Rabu (7/4) kemarin. Isran mendasarkan pernyataannya lantaran rencana pindah Ibu Kota yang "ngotot" diselenggarakan Jokowi adalah cita-cita tiga presiden Indonesia terdahulu.

Isran menegaskan bahwa pemindahan Ibu Kota merupakan sebuah program dan rencana besar negara. Bahkan gagasan ini telah dicetuskan sejak era Presiden ke-1 RI Ir Soekarno. Angan ini lantas diteruskan oleh Presiden ke-2 RI Soeharto, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.


"Saya sampaikan kepada Bapak Jokowi, Presiden. 'Bapak Jokowi, Mas Jokowi, Bapak Presiden, Bapak itu pasti masuk surga'," kata Isran, menirukan percakapannya dengan Jokowi, dilansir pada Kamis (8/4). Kala itu sang RI 1 rupanya langsung balik menanyakan alasan menanggapi keyakinan Isran soal Jokowi bisa masuk surga.

"Tidak usah lagi Bapak itu beramal ibadah. Karena Bapak telah mewujudkan cita-cita 2 kepala negara untuk memindahkan (Ibu Kota), Pak Soekarno dan Pak Soeharto," imbuh Isran.

Isran pun tak lupa menyebutkan keinginan kedua presiden pendahulu juga diteruskan oleh SBY. "Pak SBY juga ingin memindahkan. Artinya Bapak (Jokowi) mewujudkan cita-cita itu," ujar Isran.

Menanggapi pernyataan Isran tersebut, Jokowi pun menegaskan bahwa rencana pindah Ibu Kota bukan bersifat tiba-tiba. Sebab diperlukan kajian yang panjang untuk berani mengambil langkah memindahkan pusat administratif negara, yang bahkan di era Jokowi saja sudah dilakukan sejak akhir tahun 2016.

Isran juga menegaskan bahwa eksekusi megaproyek ini bisa membuat nama Jokowi dikenang bangsa karena mewujudkan sebuah karya besar. "Nah kemudian Bapak tidak usah pikir juga, karena kalau Bapak bisa memindahkan Ibu Kota ini, artinya Bapak akan dikenang oleh anak bangsa ini sampai kapan pun sebagai sebuah wujud karya besar kepala negara," pungkas Isran.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts