Ada Embargo, Menkes Lobi Tiongkok untuk Menambah 90-100 Juta Vaksin Sinovac
setkab.go.id
Nasional
Vaksin COVID-19

Menyusul adanya embargo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah bernegosiasi dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, untuk menambah vaksin COVID-19.

WowKeren - Seiring dengan terjadinya embargo vaksin yang dikeluarkan beberapa negara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah bernegosiasi dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, untuk menambah vaksin COVID-19 bagi Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Budi bahkan berharap bisa mendapat tambahan 90-100 juta dosis vaksin Sinovac.

Budi mengatakan bahwa langkah tersebut perlu ditempuh sesegera mungkin. Terutama karena Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility belum bersedia memberikan komitmen kesanggupan pemberian vaksin secara tertulis.

"Kita sudah membuka diskusi dengan Cina (Tiongkok) untuk menambah sekitar 90-100 juta dosis tambahan untuk antisipasi kalau memang benar-benar ternyata yang 100 juta dosis yang terdiri dari 54 juta dari GAVI dan 50-an juta AstraZeneca itu bergeser," kata Budi dalam rapat dengar dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara virtual, Kamis (8/4).

Kendati demikian, Budi mengaku belum mendapat kepastian dari Tiongkok. Pihaknya juga belum melakukan diskusi terkait harga dari permintaan tambahan vaksin Sinovac tersebut. Jika tidak berubah, per dosis vaksin Sinovac dijual seharga 6 dolar (sekitar Rp 87 ribu) kepada Indonesia.


Budi juga mengatakan bahwa pihaknya akan mempercepat kedatangan vaksin yang sebelumnya dijadwalkan di kuartal awal 2022, dimajukan ke tahun ini. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bisa rampung akhir 2021.

"Semua perubahan ini belum sampai ke anggaran. Dalam diskusi awal mengenai jumlah saja sampai sekarang belum dikonfirmasi mereka, Sinovac yang digeser mereka belum confirmed dan masih dalam tahap diskusi," pungkas mantan wakil menteri BUMN tersebut.

Sebelumnya, Budi sempat membenarkan bahwa embargo membuat laju vaksinasi COVID-19 di Indonesia terhambat. Karena itulah Budi memastikan bahwa pemerintah akan terus bernegosiasi dengan negara-negara produsen vaksin.

Selain itu, Budi juga mengungkapkan jika Indonesia kehilangan 10 juta vaksin gratis dari dari kerjasama multilateral GAVI. Menurut Budi, Indonesia kemungkinan besar hanya akan mendapat 1,3 juta dosis dari total 11,7 juta dosis vaksin AstraZeneca gratis yang dijanjikan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts