Warga dengan 2 Kondisi Ini Tak Bisa Divaksinasi Corona Saat Puasa
Pexels/Karolina Grabowska
Nasional
Vaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan ada dua kondisi yang membuat warga tak bisa disuntik vaksin Corona selama puasa. Penasaran apa sajakah itu?

WowKeren - Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa ada dua kondisi yang membuat warga tak bisa disuntik vaksin Corona selama puasa. Hal itu ia utarakan untuk menanggapi kekhawatiran publik soal proses vaksinasi siang hari di bulan Ramadan.

"Nanti akan dilakukan screening pada sasaran vaksinasi. Kalau dilihat memang misalnya terlalu lemas karena puasa, atau tekanan darah terlalu rendah. Maka vaksinasi ini kemungkinan akan ditunda," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (12/4).

Kendati demikian, Nadia mengingatkan warga agar tidak melakukan diagnosis kesehatan tubuh sendiri. Ia tetap meminta mereka untuk mendatangi lokasi vaksinasi atau pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan keputusan yang akurat.

Nadia juga menjelaskan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa, sehingga warga tak perlu risau untuk melakukannya. Apalagi, vaksinasi COVID-19 telah dilakukan dengan cara injeksi intramuskular. Dengan cara ini, vaksin akan disuntikkan melalui otot dan bisa dilakukan pada siang hari ketika puasa.


Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa puasa merupakan proses detoksifikasi atau pembersihan zat-zat yang kurang bermanfaat dalam tubuh. Sedangkan vaksinasi dinilai sebagai salah satu cara untuk menambah imunitas tubuh.

"Tentunya dengan efek yang sama antara vaksin yang pada prinsipnya adalah memberikan atau meningkatkan kesehatan kita, ditambah juga dengan puasa yang tujuannya tidak mempengaruhi kesehatan kita, maka tentunya kita tidak perlu khawatir," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia mengungkapkan kekhawatirannya terkait peningkatan kasus positif COVID-19. Terutama karena awal bulan ini terjadi lonjakan mobilitas warga.

"Meskipun pemerintah meniadakan mudik lebaran tahun ini, namun pergerakan masyarakat ke daerah tujuan mudik di awal April mulai meningkat. Dan kita melihat adanya penambahan mobilitas dari masyarakat sejak April ini," bebernya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya akan mempercepat proses vaksinasi. "Tentunya untuk mengantisipasi lonjakan kasus, strategi pemerintah saat ini adalah percepatan vaksinasi lansia yang merupakan salah satu kunci kita, terutama di daerah-daerah yang menjadi tujuan mudik," pungkas Nadia.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts