KNKT Ungkap Berhasil Unduh Data CVR Black Box Sriwijaya Air SJ182, Dapat Apa?
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

CVR yang merupakan komponen black box Sriwijaya Air SJ182 berhasil ditemukan akhir Maret lalu. Kekinian data yang terekam di CVR pun sudah berhasil diunduh KNKT.

WowKeren - Beberapa waktu lalu tim gabungan yang dikoordinir Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil menemukan bagian dari kotak hitam Sriwijaya Air SJ182, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR). Sejak saat itu, CVR yang berhasil didapatkan langsung dibawa ke laboratorium KNKT untuk diunduh dan diteliti data di dalamnya.

Dan rupanya, sejak 2 hari setelah CVR ditemukan, KNKT sudah berhasil mengunduh data rekaman di kotak hitam tersebut. Ternyata CVR yang ditemukan di dasar laut dan terkubur lumpur tebal itu berisi rekaman percakapan pilot dan petugas ATC selama 2 jam penerbangan.

"Pada tanggal 1 April 2021, data CVR berhasil diunduh di laboratorium KNKT," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/4). "Dan didapatkan rekaman percakapan selama 2 jam, termasuk percakapan penerbangan yang mengalami kecelakaan."

Lebih jauh dijelaskan, data tersebut didapat dari 4 channel yang ada di CVR. Namun ternyata rekaman dari salah satu kanal mengalami kerusakan.


"KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR, akan tetapi channel 4 pada CVR mengalami gangguan," papar Soerjanto, dikutip dari Kumparan. "Meskipun demikian, berdasarkan rekaman yang ada tersebut, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya nanti akan disampaikan dalam laporan akhir (final report)."

Dan ditegaskan kembali oleh Soerjanto, data yang didapat dari CVR ini akan melengkapi data penerbangan dari Flight Data Recorder (FDR) yang telah ditemukan lebih awal. FDR sendiri merupakan salah satu komponen kotak hitam yang memuat rekaman data penerbangan pesawat nahas tesebut.

Sebagai pengingat, pada 30 Maret 2021 kemarin tim gabungan berhasil menemukan CVR yang ternyata tidak jauh dari lokasi penemuan FDR beberapa pekan sebelumnya. Diungkap oleh Soerjanto selaku Ketua KNKT, CVR baru ditemukan setelah dilakukan penyedotan lumpur hingga kedalaman 1 meter di area 90 x 90 meter persegi.

Sriwijaya Air SJ182 sendiri jatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada 9 Januari 2021. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu mengangkut 62 orang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts