Waspada! BMKG Temukan Bibit Siklon Tropis Pemicu Banjir Bandang, Daerah Mana Kena Dampak?
bmkg.go.id
Nasional
Fenomena Banjir 2021

BMKG mengonfirmasi temuan bibit siklon tropis di wilayah utara Indonesia pada Senin (12/4) kemarin. Padahal duka akibat siklon tropis Seroja di NTT hingga kini belum berlalu.

WowKeren - Siklon tropis Seroja menjadi penyebab banjir bandang dan tanah longsor besar di Nusa Tenggara Timur. Beruntungnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi siklon tropis Seroja tengah bergerak menjauhi Indonesia.

Namun duka di NTT belum berakhir, BMKG kembali mengonfirmasi temuan bibit siklon tropis 94W. Disebutkan bibit siklon ini mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah utara Papua pada Senin (12/4).

Dijelaskan lewat rilis pers di laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bibit siklon tropis itu bertumbuh secara persisten dan cukup signifikan dalam 6 jam terakhir. Tekanan bibit siklonnya mencapai 1007 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 20 knot atau setara 37 kilometer per jam.

Lantas apa saja dampak dari pertumbuhan bibit siklon tropis 94W ini? Dan daerah mana saja yang bisa terkena dampak dari bertumbuhnya pusaran angin berbahaya tersebut?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyatakan dalam 24 jam ke depan pertumbuhan bibit siklon bisa memberi dampak tidak langsung lewat perubahan cuaca yang cukup esktrem. "Dalam 24 jam ke depan memberikan dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," papar Guswanto dalam keterangan tertulisnya, dilansir pada Selasa (13/4).


Selain hujan lebat, dampak lain berupa kilat atau petir hingga angin kencang di beberapa wilayah Tanah Air. Beberapa wilayah terdampak disebutkan Guswanto meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Tak hanya itu, Guswanto juga meminta warga di sejumlah wilayah berikut lebih waspada karena tingginya potensi banjir atau banjir bandang dalam 2 hari ke depan. "Waspada Sulawesi Utara dan Maluku Utara," ujar Guswanto.

Kemudian ada pula potensi timbulnya gelombang tinggi antara 1,5 sampai 2,5 meter di sejumlah wilayah. Termasuk di antaranya Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan utara Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud, Laut Maluku, Perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Sedangkan gelombang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, bisa terjadi di perairan sekitar Papua. Dan ada pula gelombang sampai setinggi 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Samudera Pasifik, tepatnya di utara Papua.

Karena itulah, BMKG mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. "Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati," pungkas Guswanto.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts