Ternyata Ini Alasan Jokowi Lebur Kemendikbud-Kemenristek dan Bentuk Kementerian Investasi
Instagram/jokowi
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin menyatakan Presiden Joko Widodo siap melantik 2 menteri baru, yakni Mendikbud-ristek dan Menteri Investasi dalam waktu dekat.

WowKeren - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali mengemuka beberapa waktu belakangan. Pasalnya pemerintah dan DPR RI rupanya sudah menyepakati untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta membentuk satu badan baru yakni Kementerian Investasi.

Peleburan dan pembentukan kementerian ini jelas menuai sorotan banyak pihak, yang akhirnya diberi penjelasan oleh Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Rupanya pembentukan kementerian-kementerian baru ini sebagai upaya menyesuaikan dengan perubahan.

"Pada intinya, Kementerian Investasi atau perombakan di dalam Kemendikbud kemudian Kemenristek Dikti," ujar Fadjroel ketika menghadiri program "Sapa Indonesia Malam" di Kompas TV, Rabu (14/4). "Itu untuk menyelaraskan dengan perubahan yang ada ke depan."

Menurut Fadjroel, Jokowi menyimpan asa untuk membuat ekonomi Indonesia bertumbuh sampai sebesar 5 persen di tahun 2021. Bahkan persoalan pandemi COVID-19 di Tanah Air bisa diatasi jika pertumbuhan ekonomi mencapai sebesar 5 persen.


"Secara ekonomi, beliau mengatakan, kita harus menunggu plus minus 5 pesen pada tahun 2021. Untuk menutup apa yang sudah terjadi di tahun 2020, di mana kita mengalami kontraksi," terang Fadjroel, dilansir pada Kamis (15/4). "Dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen, cukup besar dana yang digunakan untuk mengatasi masalah pandemi, atau kerusakan akibat pandemi."

Dan investasi sendiri menjadi tumpuan Jokowi untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang, seperti negara lain, juga dibuat babak belur oleh pandemi COVID-19. Investasi sendiri, menurut Jokowi, sudah dipermudah dengan adanya UU Cipta Kerja Omnibus Law yang telah disahkan.

"Kemudahan untuk investasi ini sudah diberikan dengan Undang-Undang Cipta Kerja," papar Fadjroel. "Tentu Ibu Kota Negara (baru) salah satu lokomotif untuk menarik investasi."

Ibu Kota baru jelas menjadi megaproyek yang memerlukan suntikan dana besar, terutama dari investasi. "Karena diperlukan investasi terbesar di sana sekitar Rp500 triliun, tapi dari APBN sekitar 1 persen," ujar Fadjroel.

Hingga kini belum diketahui kapan Jokowi akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Maju atau siapa saja yang akan terkena dampak. Namun Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin sudah menyebutkan 2 pos baru kementerian yang akan dilantik Jokowi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts