Sebenarnya Siapa Sponsor Vaksin Nusantara Gagasan Terawan yang Kini Terus Berpolemik?
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Kontroversi tak henti mengiringi sejak Vaksin Nusantara diungkap ke publik. Salah satu yang menjadi sorotan, siapa sebenarnya sponsor di balik program penelitian yang bahkan tak mendapat izin dari BPOM tersebut?

WowKeren - Terdapat dua jenis vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan Indonesia, dengan salah satunya adalah Vaksin Nusantara yang belakangan terus digoyang kontroversi. Vaksin yang diprakarsai eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ini terus mendapat reaksi pro dan kontra dari berbagai pihak.

Kini polemik atas Vaksin Nusantara kian mengemuka setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sampai "angkat tangan" dan Kemenkes menegaskan tidak ada alokasi dana untuk penelitian vaksin tersebut. Lantas dengan semua "boikot" yang terjadi, bagaimana bisa Vaksin Nusantara terus melanjutkan tahap pengembangannya, bahkan sampai melibatkan sejumlah tokoh nasional?

Dan melansir pernyataan tertulis Kepala BPOM Penny Lukito, ternyata Vaksin Nusantara mendapat sponsor utama dari perusahaan PT Rama Emerald dan PT AIVITA Indonesia. "Bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan," ujar Penny, dilansir dari Kompas, Jumat (16/4).

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan Balitbangkes dengan PT Rama Emerald Multi Sukses pada 22 Oktober 2020. Dikutip dari laman resmi www.litbang.kemkes.go.id, penekenan kontrak kerja sama dilakukan oleh Kepala Balitbangkes, Slamet dengan General Manager PT Rama Emerald Multi Sukses, Sim Eng Siu.


Menkes kala itu, Terawan, turut menyaksikan penandatanganan kerja sama yang dilakukan di kantor Kemenkes Jakarta tersebut. Dalam perkembangannya, penelitian Vaksin Nusantara yang menggunakan prinsip sel dendritik ini dilakukan oleh tim peneliti Balitbangkes, RSPAD Gatot Subroto, RSUP dr Kariadi Semarang, dan Universitas Diponegoro.

PT Rama Emerald Multi Sukses sendiri sudah mendapat lisensi pengembangan vaksin sel dendritik dari PT AIVITA Biomedical Inc yang berlokasi di Amerika Serikat. Keberadaan AIVITA Biomedical Inc., ini turut disinggung Penny dalam keterangan persnya terkait penolakan turunnya izin uji klinis fase II atas Vaksin Nusantara karena dianggap lebih dominan berperan dalam penelitian alih-alih tim riset dalam negeri.

AIVITA Bioemedical Inc., sendiri memang berfokus pada pengembangan terapi pengobatan kanker stadium lanjut. Sejak didirikan pada 2016 lalu, AIVITA Biomedical Inc., adalah perusahaan yang fokus pada industri sel induk, termasuk pemanfaatan sel dendritik untuk mengobati COVID-19.

Hingga kini polemik atas Vaksin Nusantara terus berlanjut, bahkan dalam keterangan terbarunya Penny sampai menegaskan tak akan lagi berkomentar. Di sisi lain, Terawan dilaporkan sudah menyuntikkan dosis pertama Vaksin Nusantara kepada pengusaha dan politikus Aburizal Bakrie pada Jumat (16/4) hari ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts