Puluhan Tokoh Siap Beri Dukungan Untuk BPOM di Tengah Kontroversi Vaksin Nusantara
Unsplash/Hakan Nural
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Sebelumnya, vaksin virus corona (COVID-19) yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut menuai kontroversi karena tetap melanjutkan uji klinis meski belum mendapat izin dari BPOM.

WowKeren - Sebanyak 46 tokoh dari berbagai latar belakang dikabarkan akan menyuarakan dukungan untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait kontroversi Vaksin Nusantara pada Sabtu (17/4). "Sejauh ini ada 46 nama (yang akan menyampaikan dukungan)," ungkap narahubung acara, Alif Iman Nurlambang, kepada Kompas.com.

Menurut Alif, jumlah tokoh yang menyampaikan dukungan untuk BPOM tersebut masih bisa bertambah. Sejumlah nama pejabat publik disebut akan turut memberikan dukungannya, seperti mantan Wakil Presiden RI Boediono, mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, hingga mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kalangan budayawan hingga pekerja seni juga disebut akan turut bergabung. Di antaranya adalah sosiolog Imam Prasodjo hingga sutradara Joko Anwar.


Namun demikian, Alif belum mengungkapkan latar belakang para tokoh tersebut dalam menyampaikan dukungannya kepada BPOM. "Tapi, bila boleh mendahului beliau-beliau, singkatnya menghentikan keributan yang tak perlu akibat tekanan terhadap BPOM terkait vaksin Nusantara," ujar Alif.

Sebelumnya, vaksin virus corona (COVID-19) yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut menuai kontroversi usai tetap melanjutkan uji klinis meski belum mendapat izin dari BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan bahwa tugas pihaknya dalam memantau pengembangan Vaksin Nusantara telah selesai. Pasalnya, BPOM telah memberikan penilaian terhadap uji klinis fase I Vaksin Nusantara dan menyatakan bahwa prosesnya tak memenuhi standar untuk lanjut ke tahap berikutnya.

"Apa yang sekarang terjadi di luar BPOM. Bukan kami untuk menilai itu," tegas Penny. "BPOM hanya pendampingan saat uji klinik yang sesuai standar good clinical trial yang berlaku internasional untuk umum."

Apabila tim peneliti Vaksin Nusantara kemudian tetap melanjutkan uji klinis terhadap manusia, maka pihak BPOM disebut Penny sudah tidak bisa berkomentar lagi. Penny menegaskan bahwa Vaksin Nusantara masih perlu melakukan koreksi sebelum berlanjut ke uji klinis fase II.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts