Satgas COVID-19 Duga Kasus Corona Mingguan RI Naik Gara-Gara Euforia Vaksinasi
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan bahwa Pulau Jawa berkontribusi besar pada peningkatan kasus COVID- 19 mingguan ini.

WowKeren - Kabar kurang menyenangkan datang dari perkembangan situasi virus corona (COVID-19) di Indonesia. Meski belakangan ini jumlah kasus positif COVID-19 harian RI telah menunjukkan penurunan, jumlah kasus mingguan per 19 April 2021 justru kembali meningkat.

"Sangat disayangkan, setelah mengalami penurunan pada minggu lalu, di minggu ini penambahan kasus positif dan kematian kembali meningkat," ungkap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers pada Selasa (20/4). "Peningkatan pada kasus positif di minggu ini cukup tajam, yaitu 14,1 persen. Setelah sebelumnya di minggu lalu turun sebesar kurang lebih 14 persen juga."

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan bahwa Pulau Jawa berkontribusi besar pada peningkatan kasus COVID- 19 mingguan ini. Pasalnya, tiga dari lima provinsi dengan penambahan kasus tertinggi berasal dari Pulau Jawa.

"Kenaikan tertinggi berasal dari Jawa Barat, naik 2.276 kasus. Disusul Jawa Tengah, naik 1.203 kasus," papar Wiku. "Kemudian Riau naik 346 kasus, dan DKI Jakarta naik 346, dan yang terakhir NTT naik sebesar 266."

Sementara itu, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kematian COVID-19 mingguan tertinggi, yakni naik 30 kasus. Disusul oleh Riau yang mencatat kenaikan 21 kasus, Kalimantan Tengah yang mencatat kenaikan 12 kasus, Banten yang naik delapan kasus, dan D.I. Yogyakarta yang naik delapan kasus.


Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan sejumlah kemungkinan alasan penambahan kasus COVID-19 mingguan ini. Salah satunya adalah program vaksinasi yang menimbulkan euforia di masyarakat dan mengakibatkan penurunan kepatuhan protokol kesehatan.

"Adapun penambahan kasus positif dan kematian ini terjadi bisa karena dampak libur Paskah pada 4 April lalu," jelas Wiku. "Dan menurunnya kepatuhan protokol kesehatan yang mungkin terjadi karena euforia vaksinasi."

Wiku menegaskan bahwa perkembangan yang kurang baik ini perlu segera dimitigasi. Sehingga hal serupa tidak berlanjut di minggu-minggu berikutnya.

"Terlebih saat ini pulau Jawa kembali mendominasi pada lima kontributor terbesar pada penambahan kasus positif dan penambahan kematian di minggu ini," pungkas Wiku. "Menurunnya kepatuhan protokol kesehatan perlu diantisipasi dengan edukasi kepada masyarakat bahwa vaksinasi tidak mengeliminasi kemungkinan seseorang terpapar COVID-19. Namun mengurangi risiko dan keparahan yang ditimbulkan dari virus tersebut."

Di sisi lain, Indonesia mencatat 5.549 kasus positif baru pada hari ini, sehingga total kumulatif kasus positif di Tanah Air telah mencapai 1.614.849 kasus. Sementara itu, kasus kematian akibat COVID-19 bertambah sebanyak 210 kasus pada hari ini, sehingga total korban jiwa pandemi di Indonesia telah mencapai 43.777.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts