KSAL Ungkap Kemungkinan ABK KRI Nanggala Sengaja Buang Bahan Cair Agar Kapal Mengapung
wikipedia.org
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono lantas mengungkapkan dua kemungkinan terkait adanya tumpahan minyak di sekitar posisi awal KRI Nanggala-402 menyelam sebelum hilang kontak.

WowKeren - Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4) masih terus dilakukan. Berdasarkan pengamatan udara, ditemukan adanya tumpahan minyak di sekitar posisi awal KRI Nanggala-402 menyelam sebelum hilang kontak.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono lantas mengungkapkan dua kemungkinan terkait adanya tumpahan minyak tersebut. Yang pertama, tangki kapal selam bocor dan membuatnya tenggelam ke kedalaman 600- 700 meter.

Sebagai informasi, kedalaman maksimal yang dapat dicapai KRI Nanggala-402 adalah 500 meter. "Kemungkinan tangki retak, bocor," jelas Yugo dalam konferensi pers pada Kamis (22/4).

Sedangkan kemungkinan kedua, anak buah kapal (ABK) diduga sengaja membuang bahan cair seperti minyak dan oli agar kapal bisa mengapung. Minyak tersebut lah yang terlihat di permukaan laut.


"Awak kapal mengeluarkan semua benda cair yang ada di kapal, minyak, oli, supaya tetap mengapung," lanjutnya. "Paling tidak meringankan beban sehingga tetap bisa mengapung."

Namun demikian, kemungkinan tersebut masih berupa prediksi dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Fakta yang sebenarnya terjadi baru dapat dipastikan saat kapal selam buatan Jerman tersebut sudah ditemukan.

Adapun pihak TNI AL memastikan bahwa cadangan oksigen dalam kapal selam yang mengangkut 53 orang tersebut cukup untuk digunakan selama 72 jam. Dengan demikian, cadangan oksigen masih cukup hingga Sabtu (24/4) dini hari.

Yugo sendiri memastikan bahwa KRI Nanggala-402 berada dalam kondisi baik dan terawat. Kondisi perairan Bali kala KRI Nanggala-402 melakukan latihan torpedo pada Rabu kemarin juga disebutnya baik dan cerah. "Dan kapal ini masih oke bulan Januari 2020 di PT PAL sehingga masih layak," ungkapnya.

Kapal-kapal yang memiliki sonar dan kemampuan evakuasi kapal selam pun terus didatangkan. "Nanti akan datang KRI Rigel. Lalu kapal bantuan dari Singapura dan Malaysia juga sudah menuju ke lokasi," jelas Yudo.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts