Vaksin COVID-19 saat pandemi telah menjadi kebutuhan primer bagi setiap negara di dunia. Menkes Budi Gunadi membeberkan sisa stock vaksin COVID-19 di Indonesia saat ini.
- Wahyu
- Jumat, 23 April 2021 - 16:23 WIB
WowKeren - Kegiatan vaksinasi massal COVID-19 di Indonesia saat ini masih terus berjalan. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia menginginkan agar segera bisa mencapai herd immunity. Maka tak heran jika pemerintah Indonesia sangat gencar mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19.
Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan membeberkan bahwa stok vaksin COVID-19 di Indonesia tersisa untuk 20 hari penyuntikan. Hal tersebut diketahui mepet dengan produksi Bio Farma. "Kalau ada 8 juta stok, maka itu bisa untuk 20 hari suntik, agak mepet karena siklus produksi Bio Farma setiap terima bahan baku setiap satu bulan," ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (23/4).
Lebih lanjut, vaksin COVID-19 yang dibeli langsung melalui Bio Farma mencapai 26,2 juta dan sekitar 18 juta sudah disuntikkan, sehingga tersisa sekitar 8 juta dosis. Dari 8 juta dosis tersebut, sekitar 3 juta dosis merupakan produksi baru dari Bio Farma yang akan dikirimkan ke daerah-daerah yang telah direncanakan sebelumnya.
Kemudian Budi memaparkan bahwa total vaksin COVID-19 yang dibutuhkan Indonesia mencapai 426 juta dosis. Sekitar 225 juta telah terkonfirmasi dan sedang menunggu jadwal pengiriman. Selain itu, Indonesia dikabarkan juga akan menerima vaksin COVID-19 gratis dari GAVI. "Kami juga masih menunggu vaksin gratis dari GAVI," imbuhnya.
Meski stok vaksin COVID-19 di bulan April mengalami keterbatasan, Indonesia akan kembali mendatangkan vaksin Sinovac. Siti Nadia Tarmizi selaku Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes mengatakan bahwa pasokan tersebut datang menyusul vaksin COVID-19 sejumlah 6 juta dosis yang telah datang akhir pekan lalu.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Nadia mengatakan bahwa stok vaksin COVID-19 akan kembali tiba di Indonesia pada hari Minggu (25/4), sekitar 7 hingga 10 juta dosis. "Yang kita ketahui hari Minggu sudah datang 6 juta mungkin akan menerima lagi 7-10 juta dosis di akhir April," ujar Nadia dalam profit CNBC Indonesia, Kamis (22/4).
Nadia menyebut pengiriman tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk penyediaan vaksin Sinovac sebanyak 140 juta dosis. Pengiriman persediaan vaksin Sinovac akan berlangsung hingga September 2021, dan akan datang dua kali setiap bulannya.
"Dan setiap bulannya kita akan menerima dua kali pengiriman, bisa di awal atau di akhir bulan," jelas Nadia. "Tentunya dengan komitmen ini diharapkan di akhir April ada pengiriman vaksin Sinovac."
(wk/wahy)