Sudah Dilarang, Jokowi Khawatir 18,9 Juta Warga Masih Nekat Mudik Walau Pandemi
Instagram/jokowi
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Jokowi mengakui ada penurunan jumlah masyarakat yang nekat ingin mudik saat Lebaran 2021. Namun jumlah masyarakat yang masih nekat pun tergolong tinggi, yakni mencapai 18,9 juta.

WowKeren - Presiden Joko Widodo dan jajaran sudah menegaskan larangan mudik saat periode Lebaran 2021 besok Mei. Kendati demikian, Jokowi ternyata masih menyimpan kekhawatiran ada jutaan warga yang akan tetap nekat kembali ke kampung halaman mereka.

"Survei terkait dengan mudik, sebelum ada larangan mudik yang mau mudik itu 89 juta orang, kurang lebih 33 persen dari penduduk kita," papar Jokowi dalam pernyataan persnya, Kamis (29/4). "Begitu ada larangan mudik turun menjadi 11 persen tapi angkanya masih 29 juta."

Angka itu pun kembali menurun setelah dilakukan sosialisasi larangan mudik menjadi 7 persen. Namun menurut sang kepala negara angka ini tentu masih tinggi.

"Begitu kita sosialisasikan, kita sampaikan gubernur, bupati, wali kota juga menyampaikan mengenai larangan mudik, turun menjadi 7 persen, tapi angkanya masih besar," ujar Jokowi. "18,9 juta orang yang masih akan mudik."


Karena itulah Jokowi kembali mengingatkan supaya warga mematuhi larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Jokowi juga mengimbau masyarakat untuk disiplin mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.

"Oleh karena itu harus disampaikan terus mengenai larangan mudik agar bisa berkurang," kata Jokowi. "Yang paling penting bagaimana menekankan disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya ada di situ."

"Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik Hari Raya Idul Fitri yang akan datang," imbuhnya. "Tapi saya meyakini apabila pemerintah daerah dibantu oleh Forkopimda, semuanya segera mengatur mengendalikan mengenai disiplin protokol kesehatan, saya yakin kenaikannya tidak kayak tahun lalu."

Jokowi memang tak segan mengungkap rasa "traumanya" atas lonjakan tingkat keterisian ranjang rumah sakit rujukan COVID-19 yang terjadi pasca mudik Lebaran. Sebab kala itu tingkat okupansi ranjang rumah sakit sampai 93 persen dan tentu dikhawatirkan menyebabkan sistem kesehatan Indonesia kolaps.

Larangan mudik sendiri ditetapkan pemerintah mulai 6-17 Mei 2021. Namun pemerintah memperpanjang larangan itu dengan mulai mengetatkan perjalanan per Jumat (22/4) kemarin hingga 24 Mei 2021 mendatang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts