Tanggapi Pesan Jokowi, Ridwan Kamil: Indonesia Bisa Jadi Seperti India
Twitter/ridwankamil
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Presiden Jokowi memberi pesan kepada seluruh kepala daerah untuk terus mengimbau warganya agar tidak mudik saat libur lebaran nanti. Gubernur Jabar memberikan responsnya terkait pesan itu.

WowKeren - Pada Rabu (28/4), Presiden Joko Widodo menggelar pengarahan terhadap Kepala Daerah seluruh Indonesia secara virtual. Pada kesempatan itu, Jokowi juga menitipkan pesan kepada seluruh Kepala Daerah untuk terus mengimbau warganya tidak melakukan mudik.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mengingatkan warganya untuk tidak mudik dahulu. Hal itu dikarenakan saat ini Indonesia masih berada di pandemi COVID-19. Ridwan Kamil mengimbau warga Jabar untuk tetap tinggal di rumah agar Indonesia tidak mengikuti jejak India yang mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Ridwan Kamil, ledakan kasus India bisa saja terjadi di Indonesia jika masyarakatnya tidak patuh mengikuti aturan pemerintah untuk tidak mudik pada waktu yang telah ditentukan. Jokowi merasa khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi dan ada rasa aman setelah vaksinasi COVID-19, Indonesia akan bernasib sama seperti India.

"Presiden punya rasa kekhawatiran terkait mudik, berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran," ujar Ridwan Kamil di kantor Badan Penghubung Jabar, Jakarta pada Rabu (28/4). "Tadi Presiden menitipkan agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat."


Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menjelaskan bahwa larangan mudik yang ditetapkan pemerintah bukan untuk menghalangi silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Melainkan untuk melindungi masyarakat dalam skala besar yakni keselamatan bangsa dan negara.

Sejak pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan larangan mudik 2021, Jabar sudah mempersiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik perbatasan sebagai bentuk mengantisipasi pergerakan pemudik yang "nakal". "Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama maupun jalan 'tikus'," terangnya.

Selain itu, Ridwan Kamil juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk tidak menghentikan vaksinasi COVID-19. Sedangkan untuk pengadaan stok vaksin COVID-19 akan terus diupayakan oleh pemerintah pusat. Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa target di bulan Juli 2021 sudah mencapai 70 juta dosis yang disuntikkan.

"Tadi juga diingatkan vaksinasi COVID-19 harus terus ditingkatkan," tutup Ridwan Kamil. "Tugasnya dibagi menjadi dua, pusat mengurusi sumber vaksin COVID-19, dan daerah mengurusi keberhasilan penyuntikan."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts