Buntut Larangan Mudik Lebaran, PO Bus AKAP Diprediksi Naikkan Tarif Sampai 100 Persen
Twitter
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masih diperbolehkan beroperasi di tengah periode larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 mendatang, namun diperkirakan akan menaikkan tarifnya sampai 100 persen.

WowKeren - Larangan mudik Lebaran diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021 mendatang. Namun ternyata armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masih diperkenankan beroperasi.

"Armada bus masih diperkenankan beroperasi untuk melayani penumpang nonmudik selama larangan mudik," ujar Manajer Area Barat PT Rosalia Indah Transport, Winarso, Jumat (30/4). Namun tentu saja ada persyaratan ketat bagi calon penumpang bus AKAP tersebut, seperti memiliki "surat sakti" berupa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Namun larangan mudik ini juga membuat PO bus AKAP memberlakukan sejumlah penyesuaian. Termasuk perubahan tarif tiket yang secara bertahap dilakukan mulai Sabtu, 1 Mei 2021 besok.

"Besok mulai naik bertahap sekitar 25 sampai 50 persen," kata Winarso, dikutip dari Tempo. Kenaikan ini pun diperkirakan terus terjadi terutama sampai periode larangan pekan depan.

"Sekarang masih periode pramudik. Mulai besok seluruh PO sudah mulai menaikkan tarif," tutur Winarso. Bahkan kenaikan ini diperkirakan mencapai 100 persen pada masa larangan mudik Lebaran.


Kenaikan ini pun terkait dengan kapasitas penumpang yang boleh diangkut armada bus. Menurut Winarso, pemerintah mengizinkan armada bus mengangkut sampai 75 persen kapasitas selama pra-periode larangan mudik.

Sedangkan saat larangan mudik, kapasitas diturunkan hingga 50 persen. "Makanya kami naikkan tarif selama periode mudik lebaran itu hingga 100 persen," jelas Winarso.

Untuk pengoperasiannya, papar Winarso, disesuaikan dengan masing-masing PO. Untuk Rosalia Indah sendiri menurut Winarso hanya mengoperasikan 2-5 unit bus AKAP, jauh berkurang dari biasanya yang mencapai 40 unit per hari.

"Armada yang kami siapkan juga tergantung penumpang. Kalau penumpang tidak ada, berarti tidak jalan," terangnya.

Untuk puncak mudik Lebaran 2021 ini, menurut Winarso, puncaknya bakal terjadi pada 3-4 Mei besok. "Tanggal 5 Mei kami perkirakan tidak akan banyak yang berangkat. Sebab tanggal 6 Mei pukul 00.01 pemerintah mulai menerapkan penyekatan," pungkasnya.

Pemerintah memang melarang mudik Lebaran 2021 demi mengendalikan wabah COVID-19. Namun pemerintah mengizinkan sejumlah tempat wisata lokal buka selama periode tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts